Cuaca Surabaya Bikin Gerah Meski 33 Derajat, Ini Penyebabnya

oleh -448 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor

KILASJATIM.COM, Surabaya – Warga Surabaya belakangan mengeluhkan cuaca yang terasa semakin menyengat. Padahal, suhu udara yang tercatat dalam prakiraan cuaca hanya sekitar 33 derajat Celsius. Lantas, mengapa panas yang dirasakan tubuh bisa jauh lebih tinggi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, suhu udara yang ditampilkan dalam prakiraan cuaca merupakan hasil pengukuran alat meteorologi. Sementara panas yang dirasakan tubuh dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kelembapan udara, intensitas sinar matahari, kecepatan angin, hingga kondisi lingkungan perkotaan.

Salah satu penyebab utama cuaca terasa gerah adalah kelembapan udara yang masih tinggi. Kondisi ini membuat keringat sulit menguap sehingga proses pendinginan alami tubuh tidak berjalan optimal. Akibatnya, meski suhu udara tercatat 33 derajat Celsius, sensasi panas yang dirasakan bisa lebih tinggi.

Selain itu, Surabaya mulai memasuki musim kemarau. Berkurangnya tutupan awan membuat sinar matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi sejak pagi hingga siang. Dampaknya, panas terasa lebih terik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Faktor lain yang ikut memicu suhu terasa lebih tinggi adalah karakter Surabaya sebagai kota besar yang didominasi gedung, jalan beraspal, dan permukaan beton. Material tersebut menyerap panas pada siang hari, lalu memancarkannya kembali sehingga udara di sekitarnya tetap terasa panas meski matahari mulai condong.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berpatokan pada angka suhu udara. Paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi dapat membuat cuaca terasa lebih menyengat dan meningkatkan risiko dehidrasi maupun kelelahan akibat panas.

Karena itu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di bawah terik matahari, terutama pada pukul 11.00-14.00 WIB. Warga juga disarankan memperbanyak minum air putih, mengenakan pakaian berbahan ringan, serta menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  KPPU Tetapkan 4 Prioritas , Waspadai Kondisi Global 2023

Dengan demikian, suhu 33 derajat Celsius bukan berarti tubuh hanya merasakan panas sebesar angka tersebut. Kombinasi kelembapan udara, radiasi matahari, minimnya tutupan awan, dan efek panas kawasan perkotaan membuat cuaca di Surabaya terasa jauh lebih gerah dibandingkan suhu yang tercatat di termometer. (cit) 

No More Posts Available.

No more pages to load.