KILASJATIM.COM, Bondowoso – Sinergi antara Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Grujugan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Grujugan kembali diwujudkan melalui kegiatan Coffee Morning dan Kajian Kitab Irsyadus Saari karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari yang digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Grujugan, Ahad (5/7/2026).
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Pondasi”, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara ulama dan umara dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, serta kondusivitas di wilayah Kecamatan Grujugan.
Selain menjadi forum kajian keislaman, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan wakaf sebidang tanah kepada MWCNU Kecamatan Grujugan yang akan dimanfaatkan sebagai makam umum. Wakaf tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi wakif.
Ketua MWCNU Kecamatan Grujugan, Ahmad Junaidi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada keluarga wakif atas keikhlasan mewakafkan tanahnya untuk kepentingan umat.
“Atas nama keluarga besar MWCNU Kecamatan Grujugan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga wakif yang telah mewakafkan tanahnya untuk dimanfaatkan sebagai makam umum. Semoga Allah SWT menerima amal jariyah ini, melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada keluarga wakif, serta menjadikan setiap manfaat dari tanah wakaf tersebut sebagai pahala yang terus mengalir. InsyaAllah amanah ini akan kami jaga dan kelola dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat,” ujar Ahmad Junaidi.
Sementara itu, Camat Grujugan, Azas Suwardi, mengatakan sinergi antara MWCNU dan Forkopimcam menjadi momentum yang baik untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dalam menyosialisasikan pentingnya kesadaran membayar pajak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Grujugan untuk menjadi warga yang taat membayar pajak. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program pemerintah lainnya. Dengan kepatuhan membayar pajak, masyarakat turut berkontribusi dalam mempercepat pembangunan dan kemajuan daerah,” kata Azas Suwardi.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grujugan, Multazam, mengapresiasi penyerahan wakaf tanah tersebut. Menurutnya, wakaf merupakan ibadah yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang sangat besar karena manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.
“Wakaf adalah sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan. Penyerahan tanah untuk makam umum ini merupakan contoh nyata kepedulian terhadap sesama. Semoga menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berwakaf dan berbagi demi kemaslahatan umat, karena selain memberikan manfaat sosial, wakaf juga menjadi bekal amal yang tidak terputus bagi wakif,” tutur Multazam.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Kecamatan Grujugan bersama Forkopimcam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu memperkokoh hubungan antara ulama dan umara, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan di Kecamatan Grujugan.(wan)
