ESDM Siapkan Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG Bersubsidi, Harga Tetap Disubsidi Pemerintah

oleh -460 Dilihat

KILASJATIM.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mematangkan uji coba penggunaan tabung gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) berukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Program yang diberi nama Tabung Merah Putih ini dijadwalkan mulai diuji pada Juli 2026 dengan harga jual yang disamakan dengan LPG 3 kilogram bersubsidi.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah tetap memberikan subsidi untuk tabung CNG yang ditujukan bagi rumah tangga. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap energi dengan harga terjangkau, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bahlil, meskipun tetap mendapatkan subsidi, penggunaan CNG diperkirakan mampu menekan beban anggaran negara karena biaya penyediaannya lebih murah dibandingkan LPG yang selama ini sebagian besar masih bergantung pada impor.

“CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30 persen lebih murah. Kenapa lebih murah? Karena gasnya ada di dalam negeri dan industrinya juga ada di dalam negeri,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, seluruh rantai pasok CNG dapat dipenuhi dari sumber daya domestik. Berbeda dengan LPG yang sekitar 75 hingga 80 persen masih berasal dari impor, konversi ke CNG diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun sampai Rp137 triliun.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan sekitar 15 unit prototipe Tabung CNG Merah Putih yang akan menjalani serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) mulai Juli 2026.

“Jadi Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji. Yang diuji sekitar belasan, mungkin sekitar 15 unit. Harga jualnya nanti setara LPG bersubsidi,” kata Laode.

Baca Juga :  Presdir BP-AKR Tanggapi Imbauan ESDM Beli Minyak dari Kilang Pertamina

Pengujian akan difokuskan pada aspek keselamatan, mulai dari ketahanan tekanan tabung hingga keandalan katup (valve) yang terintegrasi dengan tabung yang masih diimpor dari China.

Berbeda dengan tabung LPG konvensional yang berbahan logam, Tabung Merah Putih menggunakan teknologi tabung tipe 4 berbahan material komposit. Teknologi tersebut membuat bobot tabung jauh lebih ringan sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

“Tipe 1 seluruhnya logam, tipe 2 dan tipe 3 sudah mulai menggunakan campuran material tetapi masih cukup berat. Karena itu kita membuat tipe 4 yang jauh lebih ringan agar masyarakat, terutama ibu rumah tangga, lebih nyaman menggunakannya,” jelas Laode.

Ia mengungkapkan, Indonesia berpeluang menjadi negara pertama di dunia yang memanfaatkan tabung CNG tipe 4 berkapasitas 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.

Implementasi program Tabung Merah Putih akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan distribusi gas bumi melalui pipa. Langkah tersebut dinilai akan membuat biaya distribusi lebih efisien sekaligus mendukung keberhasilan tahap awal program.

“Kita prioritaskan dulu daerah yang sudah memiliki jaringan pipa gas agar biaya distribusinya lebih ekonomis. Karena itu uji coba akan dimulai di kota-kota besar di Pulau Jawa,” ujarnya.

Meski prototipe tabung saat ini masih diimpor dari China, pemerintah membuka peluang produksi dalam negeri apabila kebutuhan pasar meningkat. Bahkan, pemerintah melihat adanya peluang investasi bagi perusahaan asal China untuk membangun fasilitas produksi tabung CNG di Indonesia.

“Ada peluang untuk itu. Kalau kebutuhannya sudah besar, kita memiliki posisi tawar untuk meminta mereka membangun pabrik di Indonesia,” pungkas Laode.

Melalui program Tabung Merah Putih, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi domestik semakin optimal, ketergantungan terhadap impor LPG dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional dengan biaya subsidi yang lebih efisien. (MKF)

No More Posts Available.

No more pages to load.