BNN Ungkap Modus Baru Sindikat Narkoba, Ganja 3,37 Ton Diduga Diolah Jadi Cairan Vape

oleh -221 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Petugas gabungan menunjukan barang bukti 3 ton ganja yang digerebek BNN di Gresik. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Gresik – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap modus baru penyelundupan narkotika jaringan internasional. Sebanyak 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis buds) yang diselundupkan dari Thailand diduga tidak akan diedarkan dalam bentuk konvensional, melainkan diolah menjadi cairan isi ulang atau cartridge rokok elektrik (vape).

Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan dugaan tersebut diperoleh setelah penyidik mendalami barang bukti hasil operasi gabungan BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta Polda Jawa Timur.

“Berdasarkan hasil pendalaman dan informasi intelijen, cannabis buds ini akan digunakan sebagai bahan baku ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) yang kemudian dimanfaatkan sebagai cairan isi ulang atau cartridge rokok elektrik,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Gresik, Kamis (2/7/2026).

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik.

Kasus bermula dari informasi intelijen mengenai sebuah kontainer asal Thailand yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan koper dan kardus berisi bungkusan plastik yang berisi bunga dan batang ganja.

Penyidik kemudian menelusuri pengiriman kontainer serupa yang diketahui bergerak menuju Gresik. Tim gabungan menerapkan metode controlled delivery, yakni membiarkan barang tetap dikirim untuk mengungkap penerima dan jaringan di balik penyelundupan tersebut.

Dua truk yang mengangkut kontainer itu akhirnya diikuti hingga sebuah gudang di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Cerme, Gresik. Di lokasi tersebut, petugas langsung melakukan penggerebekan.

Dalam operasi itu, tim gabungan mengamankan empat truk serta barang bukti yang disimpan dalam 500 koper dan 80 bal kardus.

BNN merinci, sebanyak 500 koper masing-masing berisi enam bungkus ganja dengan berat sekitar 535 gram per bungkus atau total sekitar 1,605 ton. Sementara itu, 80 bal kardus berisi sekitar 3.200 bungkus ganja dengan berat bruto sekitar 1,766 ton.

Baca Juga :  Polres Tuban Bongkar Empat Kasus Narkoba, Amankan Sabu dan Pil Pregabalin

Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan mencapai 3.371.400 gram atau sekitar 3,37 ton bruto, menjadikannya salah satu pengungkapan narkotika terbesar di Indonesia.

Selain menyita barang bukti, petugas mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Mereka terdiri atas pengusaha jasa transportasi, pengurus perusahaan, sopir truk, oknum petugas pelabuhan, hingga seorang warga negara China yang diduga menguasai gudang penyimpanan di Gresik.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan jaringan itu diduga dikendalikan dua warga negara asing yang berada di luar Indonesia, yakni seorang warga negara Malaysia berinisial CKF alias L dan warga negara China berinisial ZL alias J. BNN menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh mata rantai sindikat narkotika internasional tersebut.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.