KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kesempatan memanfaatkan sisa material aspal untuk peningkatan infrastruktur dimanfaatkan sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Bondowoso. Sedikitnya tiga desa telah mengajukan permohonan pengaspalan jalan kepada Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK).
Ketiga desa tersebut yakni Desa Kembang dan Desa Gunosari di Kecamatan Tlogosari serta Desa Mangli di Kecamatan Pujer. Seluruh usulan kini sedang diproses untuk dilakukan peninjauan sebelum diputuskan pelaksanaannya.
Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menegaskan bahwa pengajuan tersebut berasal dari pemerintah desa, bukan merupakan program bantuan yang secara khusus dialokasikan oleh pemerintah daerah.
“Ini merupakan usulan dari desa. Kami hanya menerima dan mengkaji permohonan tersebut. Jika material aspal masih tersedia dan memungkinkan untuk dikerjakan, tentu akan kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kemampuan anggaran,” ujarnya.
Menurut Ansori, setiap permohonan akan melalui tahapan evaluasi teknis agar penanganan jalan dilakukan berdasarkan tingkat prioritas. Tim BSBK akan meninjau langsung kondisi ruas jalan yang diusulkan untuk memastikan kelayakan pelaksanaan pekerjaan.
Ia menambahkan, pemanfaatan sisa material aspal menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Usulannya sudah kami terima. Selanjutnya kami akan melihat kondisi jalan yang diajukan dan menghitung ketersediaan material sebelum menentukan tindak lanjutnya,” katanya.
Melalui mekanisme tersebut, BSBK berharap peningkatan kualitas jalan dapat dilakukan secara efektif, sehingga akses transportasi masyarakat semakin lancar dan aktivitas perekonomian di wilayah pedesaan ikut terdorong.(wan)
