PLN UIT JBM Wujudkan Desa Mandiri Berbasis Electrifying Agriculture  Melalui Program SEDAP BANJAR

oleh -80 Dilihat
Bantuan PLN berupa peralatan pertanian berbasis listrik yang meliputi hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, serta pompa air listrik. (ist/dok)

KILASJATIM. COM, Gresik  – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN menghadirkan Program SEDAP BANJAR (Sembada Pangan Melalui Electrifying Agriculture) di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik sebagai upaya mendorong modernisasi sektor pertanian berbasis energi listrik.

Melalui program tersebut, PLN menyalurkan berbagai bantuan berupa peralatan pertanian berbasis listrik yang meliputi hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, serta pompa air listrik. Selain dukungan sarana produksi, PLN juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani mengenai pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran produk, hingga pengendalian hama untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Manajemen PLN UPT Gresik, Rizky Wahyu, kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banjarsari, Sapiin, disaksikan oleh Kepala Desa Banjarsari beserta jajaran Muspika Kecamatan Cerme pada Kamis (25/6).

Program SEDAP BANJAR merupakan implementasi nyata komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat listrik yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas masyarakat. Pemanfaatan peralatan pertanian berbasis listrik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya, menekan biaya operasional, serta mempercepat aktivitas pertanian sehingga hasil panen dapat meningkat secara optimal.

Secara terpisah, General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menyampaikan bahwa program TJSL ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

“Melalui Program SEDAP BANJAR, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata dari energi listrik bagi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan berbasis listrik yang disertai penguatan kapasitas petani ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. PLN berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem Electrifying Agriculture sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujar Ika Sudarmaja.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Picu Gangguan Transmisi Jawa–Bali, PLN Pastikan Sistem Normal dan Tidak Ada Pemadaman Bergilir

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, Program SEDAP BANJAR diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis pemanfaatan energi listrik. Sinergi antara teknologi, peningkatan kompetensi petani, dan pemberdayaan masyarakat diyakini mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Melalui berbagai program TJSL, PLN UIT JBM terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan listrik produktif di berbagai sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.