Hunian Mulai Rp590 Juta, Jayaland Hadirkan Breeze Villas dengan Fasilitas Free PPN

oleh -575 Dilihat

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan penyangga Surabaya mendorong PT Jayaland mempercepat peluncuran klaster terbaru di Perumahan Surya Breeze, Gedangan, Sidoarjo. Klaster bertajuk Breeze Villas resmi diperkenalkan sebagai klaster kedelapan yang dikembangkan di kawasan tersebut dalam kurun empat tahun terakhir.

Marketing Manager PT Jayaland, Bagus Nasution, mengatakan peluncuran Breeze Villas semula dijadwalkan pada tahun depan. Namun, tingginya permintaan terhadap klaster-klaster sebelumnya membuat perusahaan memutuskan mempercepat pemasaran agar kebutuhan konsumen dapat segera terpenuhi.

“Penjualan Breeze Icon dan Breeze Harmony sudah mencapai sekitar 70 persen. Karena stok semakin terbatas, kami memutuskan menghadirkan Breeze Villas lebih awal untuk menjawab kebutuhan konsumen,” ujar Bagus saat peluncuran Breeze Villas, Minggu (28/6/2026).

Breeze Villas akan dibangun sebanyak 230 unit. Pada tahap pertama, PT Jayaland memasarkan 60 unit rumah dengan harga mulai Rp590 juta. Respons pasar pun cukup positif. Sejumlah unit telah terjual, sementara belasan calon konsumen telah menjadwalkan kunjungan ke rumah contoh.

Menurut Bagus, pembeli juga masih berkesempatan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) karena proses serah terima unit ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

“Untuk pemesanan sekarang, kami pastikan unit bisa diserahterimakan tahun ini sehingga pembeli masih bisa menikmati fasilitas free PPN,” katanya.

Ia mengungkapkan sekitar 90 persen pembeli rumah di Surya Breeze merupakan pengguna akhir (end-user), sedangkan sekitar 10 persen lainnya berasal dari kalangan investor. Mayoritas transaksi dilakukan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang didukung bunga perbankan kompetitif, bahkan mulai kisaran 2 persen.

Breeze Villas menawarkan tiga pilihan tipe rumah, yakni Lodge 1 dengan luas tanah 72 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, Lodge 2 dengan luas tanah 90 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, serta Lodge 3 yang memiliki tiga kamar tidur dengan luas tanah 90 meter persegi dan bangunan 40 meter persegi.

Baca Juga :  Gaikindo Usul Insentif Otomotif Diperluas, Tak Hanya Mobil Listrik tetapi Juga Hybrid dan Konvensional

Klaster terbaru ini mengusung konsep vila tropis modern dengan desain yang memaksimalkan pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan ruang terbuka hijau. Untuk meningkatkan kenyamanan penghuni, pengembang menghadirkan Lumina Garden sebagai ruang hijau di dalam kawasan.

Tak hanya itu, Surya Breeze juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari lapangan basket three-on-three, area komunal, hingga rencana pembangunan water park yang akan mulai dibangun pada pertengahan tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada 2027. Lokasinya yang dekat dengan akses jalan tol, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas publik menjadi nilai tambah bagi calon penghuni.

Sementara itu, Head PT Jayaland, Oki Setya Budi, menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar hunian kelas menengah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan rumah masih tetap tinggi, terlebih didukung berbagai insentif pemerintah.

Perusahaan juga telah mengantisipasi potensi kenaikan biaya konstruksi akibat fluktuasi harga minyak dunia maupun nilai tukar rupiah dengan memasukkan proyeksi biaya ke dalam harga jual saat ini.

“Kami memastikan tidak ada kenaikan harga hingga akhir tahun. Segmen rumah dengan harga Rp600 juta hingga Rp800 juta masih menjadi pasar yang sangat potensial,” ujarnya.

Ke depan, PT Jayaland menargetkan pengembangan kawasan Surya Breeze hingga mencapai 12 klaster dengan total sekitar 4.000 unit rumah. Saat ini tingkat hunian kawasan tersebut telah mencapai sekitar 65 persen.

Melihat prospek pasar properti yang masih positif, perusahaan optimistis mampu membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 5 hingga 10 persen sepanjang tahun 2026 melalui pengembangan klaster-klaster baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(ara)