S-26 Hadirkan Pengalaman Belajar Imersif di Surabaya, Dukung Generasi Alpha dan Beta Siap Hadapi Era AI

oleh -444 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, kemampuan anak untuk terus belajar, beradaptasi, serta menghubungkan berbagai informasi menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, S-26 menghadirkan kampanye “Semua Bisa Jadi Hebat” sekaligus pengalaman belajar imersif bertajuk S-26 Exceptional Journey: A Journey Inside The Brain di Pakuwon Mall Surabaya pada 26–28 Juni 2026. Program ini juga akan hadir di Senayan City Jakarta pada 24–26 Juli 2026 dalam rangka memperingati World Brain Day 2026.

Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan kampanye tersebut bertujuan mengajak para orang tua memahami pentingnya koneksi otak dalam mendukung proses belajar anak.

“Melalui kampanye ‘Semua Bisa Jadi Hebat’, kami ingin mengajak Mams & Paps melihat bahwa di balik setiap anak hebat, terdapat koneksi otak yang cepat. Koneksi ini berperan penting dalam mendukung proses belajar si kecil, menghubungkan berbagai informasi, dan mengembangkan potensi uniknya,” ujar Vera.

Sebagai inspirasi, S-26 menghadirkan kisah tiga anak berprestasi, yakni Ashton, Aleesya, dan Dazelin, yang menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang secara optimal melalui kombinasi gizi, stimulasi, dan proses multi-learning yang tepat.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak, para ahli juga menyoroti pentingnya proses mielinasi, yaitu pembentukan lapisan pelindung serabut saraf yang berfungsi mempercepat penghantaran informasi antarsel saraf.

Dokter Spesialis Anak, dr. Dian Pratamastuti, Sp.A., menjelaskan mielin dapat diibaratkan seperti jalan tol yang membuat sinyal antar sel saraf bergerak lebih cepat sehingga mendukung terbentuknya koneksi otak yang optimal.

Baca Juga :  Hujan Dominasi Wilayah Jawa Timur, Suhu 16-31 Derajat

“Pada awal kehidupan, ketika otak anak berkembang sangat pesat, mielinasi berperan penting dalam mendukung kemampuan motorik, bahasa dan komunikasi, hingga kemampuan kognitif seperti fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah. Untuk mendukung proses tersebut, anak memerlukan kombinasi gizi yang tepat serta stimulasi melalui bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi,” jelas dr. Dian.

Ia menambahkan, sinergi antara asupan nutrisi dan stimulasi yang konsisten menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan proses belajar sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, S-26 Procal GOLD Multilearn Connect menghadirkan formulasi yang mengombinasikan sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, DHA, Omega 3 dan 6, kolin, asam folat, vitamin B12, serta zat besi untuk mendukung pembentukan mielin dan koneksi otak yang lebih cepat.

Menurut Vera, formulasi tersebut juga didukung hasil CONNECT Study, kolaborasi Wyeth Nutrition S-26 dengan Brown University, Amerika Serikat, yang menunjukkan manfaat positif terhadap perkembangan mielin di berbagai area otak sehingga membantu mengoptimalkan proses belajar anak.

Dalam gelaran S-26 Exceptional Journey, pengunjung diajak menjelajahi berbagai wahana edukatif interaktif seperti Neuron Dance, Logic Lab, Neuron Express, dan Vision Pod yang dirancang untuk membantu orang tua memahami cara kerja otak anak secara lebih menyenangkan.

Salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer, sebuah perangkat berbentuk headband berbasis teknologi Electroencephalography (EEG) yang dikembangkan oleh tim ahli neurokognitif asal Inggris, MyndPlay.

Perangkat tersebut mampu memvisualisasikan aktivitas berbagai area otak anak secara real-time, sehingga orang tua dapat melihat bagaimana aktivitas bermain dan belajar memengaruhi kerja otak si kecil.

Salah seorang pengunjung, Syafira Devani, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Acara ini memberikan pengalaman yang sangat menarik bagi saya dan keluarga. Anak saya dapat belajar sambil bermain, dan saya sebagai orang tua bisa memahami bagaimana stimulasi mendukung perkembangan otak si kecil. Yang paling berkesan adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer karena saya bisa melihat aktivitas otak anak secara langsung. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami pentingnya memberikan stimulasi yang beragam dan konsisten di rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Budaya Flexing Dalam Dunia Fashion, Ini Penjelasan Founder SZ Model Management

Melalui kampanye “Semua Bisa Jadi Hebat”, S-26 berharap dapat terus mendampingi para orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan otak anak melalui kombinasi advanced formulation, stimulasi yang tepat, serta pengalaman belajar yang beragam. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu Generasi Alpha dan Beta tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era teknologi dan kecerdasan buatan.(ara)

No More Posts Available.

No more pages to load.