Film Foufo Komedi Unik Keluarga Madura , Angkat Potensi Pemain dan Studio Lokal Surabaya

oleh -254 Dilihat
Para pemain film Foufo karya Sinemart Bayu Skak bakal menyapa warga Surabaya dengan logat kental Madura yang familiar di kalangan masyarakat Jawa Timur, saat presscon di Kencana Hall Surabaya, Sabtu (27/6/2026). (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM. COM, Surabaya— Surabaya patut berbangga! Film komedi sci-fi terbaru persembahan Skak Studios dan Sinemart, Foufo, berbeda dengan  film nasional kebanyakan. Film ini menjanjikan ramuan cerita yang unik: perpaduan antara hangatnya nilai keluarga dengan elemen fiksi ilmiah yang tak biasa dan akan tayang serentak pada 9 Juli 2026.

Sineas muda berbakat, Bayu Skak, mengatakan  Film yang menyasar penonton semua umur (drama komedi keluarga) ini mengangkat selling point tentang perjuangan menyentuh seorang anak yang berbakti kepada Ibunya. Dengan segala keterbatasannya, sang tokoh utama memiliki impian besar untuk memberangkatkan sang ibu ke tanah suci Mekah guna menunaikan ibadah haji.

“Namun, plot cerita mengambil kelokan tajam nan menggelitik ketika sebuah UFO mendadak jatuh (crash landing) di tengah pemukiman mereka, memicu rangkaian komedi situasi yang segar sekaligus menghibur, ” ujar Bayu Skak dalam jumpa pers di Gedung Kencana  Baja Hall Surabaya Sabtu (27/6/2016)).

Sukses sebelumnya dengan  Lara Ati, Bayu Skak, kembali menggebrak industri perfilman tanah air dengan proyek teranyarnya. Kali ini, ia memilih kawasan cagar budaya dan pemukiman padat di Surabaya Utara sebagai latar belakang utama seluruh proses syuting. Bukan sekadar drama lokal biasa, film ini menjanjikan ramuan cerita yang unik: perpaduan antara hangatnya nilai keluarga dengan elemen fiksi ilmiah yang tak biasa.

Selaku Produser dan Sutradara film Foufo Bayu Skak, menegaskan demi menjaga autentisitas rasa dan kedekatan emosional cerita, dirinya mengambil keputusan berani dalam jajaran departemen akting. Sekitar 90 persen dari total pemain yang terlibat merupakan talenta-talenta lokal asli Jawa Timur.

“Kami ingin menangkap dinamika sosial yang jujur. Surabaya Utara punya karakter yang kuat, dan itu hanya bisa dihidupkan secara organik oleh orang-orang yang memang selaras dengan denyut nadinya,” ujar Bayu.

Baca Juga :  Siap Siap! PLN Hadirkan Gelegar PLN Mobile di Surabaya Bagi Pelanggan Setia

Ditambahkan Bayu Skak, totalitas tanpa batas juga ditunjukkan oleh seluruh ansambel pelakon. Dikabarkan, para pemain harus menjalani masa karantina ketat selama kurang lebih dua bulan.

“Proses karantina intensif ini sengaja dilakukan untuk mendalami karakter peran masing-masing, mematangkan chemistry, hingga memperhalus dialek khas Madura agar tampil prima di depan kamera.”tandasnya

Saat mencari pemain untuk film Foufo, Bayu bersama Skak Studios dan Sinemart menggelar open casting di Surabaya Utara, yang melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai penjuru Surabaya dan daerah di Jawa Timur dan Madura!

Hampir 80% pemeran yang ada di film ini berasal dari open casting tersebut, yang juga sebagian besar non-aktor profesional. Termasuk salah satunya adalah pemeran Ibu Saiqona yang memiliki peran penting di film, diperankan oleh Siti Kam, yang ditemukan dari open casting.

Tak hanya itu, film Foufo juga berkolaborasi dengan studio lokal asal Surabaya, Hompimpa, untuk mendesain dan mengembangkan animasi karakter aliennya. Kualitas yang dihasilkan pun tak kalah dengan hasil dari studio nasional dan internasional. Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen penghormatan terhadap talenta kreatif lokal di tengah gempuran kecerdasan buatan (AI).

“Kami merasa bangga dan senang menjadikan Surabaya sebagai bagian dari perjalanan film Foufo. Saya ingat sekali saat itu open casting yang ikut mencapai 2.500 peserta di salah satu mal di Surabaya Utara. Itu jadi rekor untuk kami, dan ternyata antusiasmenya sangat tinggi sekali untuk warga di Surabaya, Jawa Timur, dan Madura,” pungkasnya.

Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser Bayu Skak dan Ricky R.Setiawan, serta produser eksekutif David Suwarto. Film ini dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Jafar, Karina Aliya, Ade ‘Bibier’ Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, dan DJ Rara.

Baca Juga :  Psst! Ini Resep Bikin Tongseng Kambing Empuk dan Lezat untuk Iduladha Istimewamu

Karina Aliya Afandi pemeran Ika (kilasjatim.com/nova) 

Sementara itu, Karina Aliya Afandi, berperan sebagai Ika mengaku sama sekali tidak bisa berbahasa Madura. Padahal saat ikut  casting semua diminta berbahasa Indoneaia dengan dialek/logat Madura. Namun dengan tekad yang bulat karena sebelumnya Karina juga bermodalkan pengalaman ikut memperkuat sequel Lara Ati produksi Bayu Skak.

“Sejak casting saya sudah menyampaikan tidak bisa berbahasa Madura, kalau dialek atau logat Madura saya sudah belajar sebelumnya dengan teman. Puji tuhan saya diterima ikut dalam film layar lebar ini, ”  ujar Karina usai press conference.

Bagi dara kelahiran 29 Januari 2010 mengaku senang sekali mendapat kesempatan dari Mas Bayu Skak bersama Skak Studios dan Sinemart mengingat ini pengalaman pertamanyab akting dan bermain dalam film layar lebar.

Dengan bekal sebagai model dan meraih gelar Puteri Anak Jawa Timur Pariwisata  2022, di film ini tidak mengalami kesulitan meski harus menggunakan logat Madura, di Film Foufo dipasangkan dengan  Rifqy Abdillah (Mustofa) dengann sedikit dibumbui drama cinta monyet ala anak sekolahan.

“Saya sebagai Ika teman satu sekolahnya  Mustofa (Rifqi Abdilah)  yang saling suka, ibafatnya di film Foufo  ini sebagai pemanis cerita. Terus terang saya  bangga sekali bisa berkarya bersama teman-teman dari Madura, Surabaya, dan Jawa Timur di film ini,” ungkap Karina  puteri bungsu pasangan Leo Christian Afandi dan Sherly Setiono. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.