Tradisi Selamatan Desa Gunosari Pererat Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat

oleh -836 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Selamatan Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang menjadi tradisi masyarakat setempat ini dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintahan sebagai wujud rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Acara tersebut semakin khidmat dengan kehadiran sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya KH. Nur Yasin dari Tembereng, Situbondo, KH. Dr. Muhammad Holiq dari Pondok Pesantren Abuzairi Pakisan Bondowoso, serta Dr. Syaiful Bahar. Selain diisi doa bersama dan tausiyah keagamaan, kegiatan juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kepala Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Dian Nasrullah, S.Sos., menyampaikan bahwa Selamatan Desa merupakan tradisi yang terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat dan keberkahan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya dan keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kekompakan warga, serta menjaga nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Desa Gunosari.

“Melalui Selamatan Desa ini kami ingin menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Kami berharap masyarakat Desa Gunosari tetap rukun, kompak, dan bersama-sama mendukung pembangunan desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujar Dian Nasrullah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, dan warga yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan dan kemajuan desa.

Sementara itu, Camat Tlogosari, Rian Hidayat, S.STPM., mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat silaturahmi, serta mempertahankan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Agama Hadiri Peresmian Posko Pemenangan Khusus di Bondowoso

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan tanpa adanya sekat yang dapat menghambat komunikasi dan kerja sama. Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan warga menjadi modal utama dalam menciptakan pembangunan yang bermanfaat serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Kita harus terus menjaga kerukunan dan semangat gotong royong. Pemerintah dan masyarakat harus saling membantu dalam berbagai hal yang tujuannya memberikan kebaikan dan manfaat bagi warga. Jangan sampai ada batas antara pemerintah dan masyarakat. Komunikasi serta silaturahmi harus terus terjaga demi baiknya jalannya pemerintahan maupun stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” tegas Rian.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyalurkan santunan kepada 40 anak yatim dan 11 kaum duafa di Desa Gunosari. Penyaluran santunan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kebersamaan dan semangat berbagi yang menjadi bagian dari peringatan Muharram.

Kegiatan santunan berlangsung dengan penuh kehangatan dan haru. Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima sekaligus memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melalui Selamatan Desa Gunosari, masyarakat diharapkan terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan mempererat sinergi antara pemerintah dengan masyarakat demi terwujudnya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.