Foto : Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja (berdiri)
KILASJATIM.COM, Surabaya – Persebaya Surabaya resmi menjalin kemitraan strategis dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) sebagai Official Medical Partner. Kolaborasi ini menjadi langkah pionir dalam membangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia yang menghubungkan klub sepak bola profesional dengan rumah sakit melalui pendekatan medis yang komprehensif dan berstandar internasional.
Kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan cedera pemain, tetapi juga mencakup upaya pencegahan cedera, rehabilitasi, peningkatan performa atlet, hingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan bagi seluruh elemen tim Persebaya.
Melalui kemitraan ini, Persebaya mendapat dukungan penuh dari Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya yang diperkuat 20 dokter spesialis multidisiplin. Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam hingga psikologi.
Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, mengatakan pengalaman Mayapada Healthcare dalam mendukung berbagai atlet profesional menjadi landasan kuat untuk menghadirkan layanan sports medicine yang komprehensif bagi Persebaya.
“Melalui SITPEC, kami menghadirkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa hingga dukungan kesehatan mental. Kami memahami bahwa dukungan medis yang profesional dan komprehensif merupakan bagian penting untuk memastikan para pemain Persebaya tetap berada pada performa terbaik di Super League 2026-2027,” ujar Hendy.
Menurutnya, layanan SITPEC tidak hanya diperuntukkan bagi atlet profesional. Masyarakat umum, komunitas olahraga, maupun para pecinta olahraga juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk menjaga kebugaran, mencegah cedera, meningkatkan performa, serta mempercepat proses pemulihan.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat Surabaya tetap aktif, sehat, dan terus mendukung Persebaya dalam kondisi terbaik,” tambahnya.
Sementara itu, Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua menjelaskan bahwa SITPEC menerapkan pendekatan preventif berbasis data melalui berbagai pemeriksaan kesehatan dan kebugaran secara komprehensif.
Pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium, pemeriksaan jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO2Max), evaluasi ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment hingga evaluasi psikologis untuk memetakan risiko cedera atlet secara lebih akurat.
Jika terjadi cedera, MHSB juga siap memberikan layanan penanganan lanjutan, termasuk prosedur penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) menggunakan teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution, rehabilitasi medik, serta penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®).
“Agar pemulihan berjalan lebih optimal dan pemain dapat kembali bertanding lebih cepat,” kata dr. Bona.
Mayapada Hospital Surabaya sendiri menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ERAS® untuk prosedur Robotic TKR sekaligus resmi tergabung dalam ERAS® Society, organisasi global yang mengembangkan standar pemulihan pascaoperasi modern.
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menyebut kerja sama ini lahir dari kesamaan visi kedua pihak untuk menghadirkan standar layanan kesehatan atlet yang modern dan berkelas dunia.
“Selama ini banyak kerja sama klub dengan rumah sakit yang sifatnya hanya rujukan. Kami ingin melangkah lebih jauh dengan membangun sebuah ekosistem, di mana para dokter spesialis menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya dan terintegrasi dengan tim medis klub,” ujar Candra.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan rasa aman bagi pemain, pelatih, maupun seluruh elemen tim selama menjalani kompetisi musim 2026-2027.
Konsep kemitraan ini berawal dari pengalaman Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO atau dr. Tommy, saat mengikuti Isokinetic Conference FIFA di Madrid pada 2025. Dalam forum tersebut, ia melihat bagaimana sejumlah klub elite Eropa telah menjalin kemitraan erat dengan rumah sakit sebagai bagian dari ekosistem kesehatan yang terintegrasi.
Berangkat dari konsep tersebut, Persebaya kemudian menggandeng Mayapada Hospital Surabaya yang memiliki layanan kesehatan komprehensif dan terus mengembangkan layanan sports medicine melalui SITPEC.
Bersama tim medis MHSB, Persebaya kini menerapkan pemeriksaan kesehatan pemain yang lebih mendalam sebelum kompetisi maupun sebelum penandatanganan kontrak. Pemeriksaan dilakukan melalui delapan tahapan, mulai dari evaluasi laboratorium, pemeriksaan jantung, penilaian ortopedi, pencitraan medis hingga functional movement assessment.
Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi faktor risiko cedera yang dapat memengaruhi performa pemain di masa mendatang. Bahkan, hasil pemeriksaan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen pemain karena memberikan gambaran objektif mengenai kondisi kesehatan dan potensi risiko cedera seorang atlet.

“Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan,” jelas dr. Tommy.
Pemain muda Persebaya, Dicky Kurniawan, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengaku merasa lebih aman karena klub memiliki sistem penanganan kesehatan yang komprehensif dan didukung teknologi modern.
“Pemeriksaan kesehatan yang saya jalani di Mayapada Hospital juga sangat lengkap. Belum pernah saya dapatkan ketika masih membela klub lain,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan striker anyar Persebaya, Ramadhan Sananta. Menurutnya, kolaborasi antara Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya menunjukkan keseriusan klub dalam mendukung performa pemain secara menyeluruh.
“Saya pernah bermain di beberapa klub dan merasakan lingkungan yang berbeda-beda. Menurut saya, langkah Persebaya membangun kerja sama yang terintegrasi seperti ini sangat positif karena pemain merasa mendapat dukungan yang lengkap, baik untuk menjaga kondisi maupun saat membutuhkan penanganan medis,” kata Sananta.
Saat ini implementasi kemitraan tersebut telah berjalan melalui pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) bagi para pemain baru Persebaya. Ke depan, kerja sama akan terus berlanjut dalam berbagai aktivitas klub, termasuk dukungan layanan medis pada Green Force Run 2026 yang akan digelar pada 27 Juni mendatang.
Green Force Run merupakan ajang lari tahunan yang telah diselenggarakan selama tujuh tahun untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya dan ulang tahun Persebaya. Dengan hadirnya dukungan Mayapada Hospital Surabaya, Persebaya berharap mampu menghadirkan standar kesehatan dan performa atlet yang semakin profesional serta setara dengan klub-klub elite dunia.(pur)
