Surabaya Banjir Pagi Ini, Air Pasang Jadi Kambing Hitam

oleh -257 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Pemkot Surabaya menampik, banjir yang terjadi pagi ini disebabkan adanya air pasang yang membuat aliran air tidak terbuang. (Foto: dok Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah genangan yang muncul akibat hujan deras sejak subuh di Kota Surabaya mulai berangsur surut pada Senin (22/6/2026) pagi. Meski demikian, proses penyurutan air berlangsung lebih lambat karena dipengaruhi pasang air laut yang terjadi sejak dini hari.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan kondisi tersebut terutama terjadi di kawasan Tanjungsari dan Tambak Mayor yang aliran airnya bermuara ke Kali Greges.

“Genangan di beberapa titik memang surutnya lebih lambat karena elevasi Kali Greges masih tinggi akibat pasang air laut,” kata Adi.

Menurutnya, pasang air laut membuat pembuangan air dari sistem drainase kota tidak berjalan optimal. Akibatnya, kinerja rumah pompa yang diandalkan untuk mempercepat penyurutan genangan juga belum bisa bekerja secara maksimal.

Meski demikian, seluruh rumah pompa tetap dioperasikan sambil menunggu kondisi muka air laut menurun. DSDABM juga menerjunkan petugas ke lapangan untuk memeriksa saluran drainase dan memastikan tidak ada penyumbatan yang memperlambat aliran air.

Adi menyebut genangan kali ini dipicu kombinasi hujan berintensitas tinggi dan kenaikan muka air laut yang terjadi secara bersamaan. Kondisi tersebut terbilang tidak biasa mengingat Surabaya saat ini telah memasuki periode musim kemarau.

Hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah titik genangan dilaporkan mulai menunjukkan penurunan. Kawasan Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, dan Ngagel menjadi beberapa lokasi yang kondisi airnya berangsur surut.

Pemantauan DSDABM juga menunjukkan muka air di kawasan Greges dan Petekan mulai turun dibandingkan saat puncak genangan. Sebelumnya, elevasi air di dua kawasan tersebut sempat mendekati 200 sentimeter sebelum perlahan turun ke kisaran 170-180 sentimeter.

Baca Juga :  Hujan Deras Sejak Dini Hari, Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Banjir dan Macet

Untuk mempercepat penanganan, DSDABM bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan armada penyedot air ke sejumlah wilayah terdampak. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan antara lain Tanjungsari, Tambak Mayor, Kyai Tambak Deres, Ngagel, dan Bratang.

Pemantauan dan penanganan terus dilakukan sepanjang hari seiring menurunnya muka air laut dan genangan di sejumlah titik. Pemkot Surabaya berharap kondisi dapat segera normal sehingga aktivitas warga kembali berjalan lancar.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.