Kewalahan Kepungan Banjir, Surabaya Maksimalkan Rumah Pompa

oleh -253 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Wahan Waterpark baru di Surabaya saat terjadi hujan. Kawasan Ngagel Madya yang banjir parah akibat hujan sejak dini hari hingga pagi ini. (Foto: @aslisurabaya)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak subuh, Senin (22/6/2026), menyebabkan genangan di sejumlah titik. Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai 30-40 sentimeter atau sekitar setengah tinggi ban mobil.

Laporan genangan datang dari berbagai kawasan, di antaranya Simo Kalangan, bawah Tol Banyu Urip, Ngagel Jaya, Keputih, Jalan Lidah Wetan, Jalan Mayjen Jonosewojo, Jalan Bung Tomo, hingga Semampir.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, mengatakan pihaknya telah memantau kondisi tersebut sejak hujan mulai turun pada dini hari.

Menurut Adi, kawasan Simo, Banyu Urip, dan Nginden menjadi titik yang mendapat perhatian khusus karena genangan di wilayah tersebut terpantau cukup tinggi.

DSDABM telah mengoptimalkan operasional rumah pompa untuk mempercepat pembuangan air. Selain itu, petugas lapangan juga diterjunkan untuk memeriksa kondisi saluran drainase dan memastikan tidak ada sumbatan yang menghambat aliran air.

“Kami juga mengecek kemungkinan adanya saluran yang tersumbat agar penanganan bisa lebih cepat,” ujar Adi.

Ia menjelaskan kawasan Simo memiliki karakteristik tersendiri karena menerima limpahan air dari daerah yang lebih tinggi, seperti kawasan HR Muhammad dan Dukuh Pakis. Saat hujan dengan intensitas tinggi turun, debit air dari wilayah tersebut mengalir ke kawasan Simo sehingga meningkatkan potensi genangan.

Untuk mengurangi dampak banjir, Pemkot Surabaya tahun ini telah membangun tampungan air yang terhubung dengan Bozem Simo. Selain itu, DSDABM juga menyiapkan sejumlah pekerjaan lanjutan, termasuk pembangunan bozem dan pelebaran long storage di kawasan Simomulyo.

Penanganan genangan juga dilakukan melalui koordinasi dengan camat dan lurah guna memperbarui kondisi lapangan secara berkala. Pemantauan terus dilakukan seiring masuknya laporan masyarakat dari berbagai wilayah.

Baca Juga :  Hadiri Pesantren Sabilil Muttaqien Summit 2023, Gubernur Khofifah Dorong Lahirnya Sosok Inovator dari Kalangan Santri

Hingga Senin pagi, DSDABM masih memfokuskan pemantauan di kawasan Simo, Banyu Urip, dan Nginden yang menjadi titik dengan genangan relatif tinggi. Petugas tetap bersiaga untuk mempercepat surutnya genangan apabila hujan kembali turun.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.