Hadapi Era Digital, ASN Bondowoso Didorong Kuasai AI dan Teknologi Informasi

oleh -752 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Melalui pelatihan literasi digital yang digelar di lingkungan pemerintah daerah, ASN didorong agar semakin siap menghadapi tuntutan kerja di era digital.

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso tersebut melibatkan ASN dan operator dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso, Puspo Pranoto, S.T., M.M., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi digital ASN menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjawab tantangan birokrasi modern yang semakin dinamis.

“ASN harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Melalui pelatihan literasi digital ini, kami ingin membekali aparatur dengan kemampuan yang relevan agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci keberhasilan transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Karena itu, peningkatan keterampilan digital perlu dilakukan secara berkelanjutan agar ASN semakin profesional dan mampu bekerja lebih efektif.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan berbagai aplikasi digital yang digunakan dalam sistem pemerintahan daerah.

“Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, yang dapat membantu proses administrasi maupun pelaporan berbasis aplikasi di lingkungan pemerintah daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, digitalisasi tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diikuti seluruh perangkat daerah. Dengan pemahaman teknologi yang lebih baik, ASN diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerja, mempercepat proses pelayanan, serta meminimalkan kendala dalam pengelolaan data dan informasi.

Baca Juga :  Bondowoso Isi Malam Tahun Baru 2025 dengan Sholawatan dan Doa Bersama

Menurut Dwi, pengembangan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan sistem digital yang terus dilakukan pemerintah daerah. Keduanya menjadi faktor penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan berdaya saing.

Selain memberikan bekal keterampilan teknis, pelatihan tersebut juga bertujuan membangun pola pikir ASN agar lebih terbuka terhadap inovasi. Aparatur diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal untuk mendukung pencapaian target organisasi.

Ia menilai keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan mengembangkannya.

Karena itu, peningkatan kapasitas digital ASN menjadi bagian penting dari upaya reformasi birokrasi yang saat ini terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Program tersebut juga mendukung visi pembangunan daerah dalam mewujudkan Bondowoso Berkah. Melalui penguatan kompetensi digital, pemerintah berharap tercipta aparatur yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, serta berkualitas bagi masyarakat.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.