KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ketahanan keluarga atau family resilience merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Menurutnya, keluarga yang mampu bertahan dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan akan melahirkan sumber daya manusia yang tangguh sekaligus menjadi penopang peradaban bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Gala Premiere film Jangan Buang Ibu di Pakuwon Mall Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menilai film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu tersebut tidak hanya menyajikan kisah yang menyentuh emosi penonton, tetapi juga menghadirkan pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga, menghormati orang tua, serta menumbuhkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia. Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan bagi keluarga-keluarga di Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangannya, Sabtu, 20/6/2026.
Menurut dia, ketahanan keluarga merupakan kemampuan sebuah keluarga untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit bersama saat menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Keluarga yang memiliki ketahanan yang baik tidak mudah terpuruk ketika menghadapi krisis, melainkan mampu menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh lebih kuat.
Khofifah menambahkan, nilai-nilai tersebut semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai contoh besarnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan kesuksesan seseorang, Khofifah menyinggung kisah pesepak bola dunia Cristiano Ronaldo. Ia menyebut keberhasilan Ronaldo tidak terlepas dari perjuangan sang ibu yang rela berkorban demi mendukung cita-cita anaknya sejak kecil.
“Banyak referensi yang menunjukkan bagaimana ketawadhu’an seorang anak kepada ibunya. Kisah Cristiano Ronaldo menjadi salah satu contoh tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk kesuksesan,” ujarnya.
Selain peran ibu, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026, yakni “Ayah Hadir, Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga”.
“Kasih sayang seorang ibu harus diiringi dengan hadirnya kasih sayang dan perhatian seorang ayah dalam proses tumbuh kembang anak,” tutur Khofifah.
Sementara itu, Produser Leo Pictures Agung Saputra mengatakan bahwa film Jangan Buang Ibu mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang mengabdikan hidupnya untuk kebahagiaan anak-anaknya, namun menghadapi kesepian di masa tua.
Menurut Agung, film tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak terlambat menghargai dan membahagiakan orang tua. Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026. (Den)
