KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng 2.106 SMA dan SMK swasta serta 304 perguruan tinggi swasta (PTS) untuk menyediakan lebih dari 143 ribu kuota beasiswa pada 2026. Program ini disiapkan sebagai solusi bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.
Dari total kuota tersebut, sekitar 81 ribu diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMK swasta, sedangkan lebih dari 62 ribu lainnya dialokasikan untuk mahasiswa perguruan tinggi swasta di berbagai daerah di Jawa Timur.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri masih menjadi persoalan yang muncul setiap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Masih ada siswa yang belum bisa diterima di sekolah negeri karena keterbatasan daya tampung. Karena itu kami berkolaborasi dengan sekolah swasta agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” kata Aries.
Menurut dia, sekolah swasta yang tergabung dalam program tersebut menyediakan berbagai skema bantuan, mulai dari beasiswa penuh, potongan biaya pendidikan, hingga dukungan khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Selain pendidikan menengah, program serupa juga diperluas ke jenjang perguruan tinggi. Sebanyak 304 kampus swasta yang berada di bawah pembinaan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur ikut berpartisipasi menyediakan beragam bantuan pendidikan.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri, mengatakan bantuan yang tersedia tidak hanya berupa pembebasan biaya kuliah, tetapi juga potongan UKT, beasiswa yayasan, dukungan dunia industri, hingga program pendanaan pendidikan lainnya.
Seluruh sekolah dan perguruan tinggi yang berpartisipasi telah terintegrasi dalam sistem SPMB Jawa Timur. Melalui platform tersebut, calon siswa maupun mahasiswa dapat melihat sekolah atau kampus yang masih memiliki kuota serta jenis bantuan pendidikan yang tersedia.
Sementara itu, sejumlah sekolah swasta juga menerapkan sistem beasiswa berjenjang. Kepala SMK Krian 2 Sidoarjo, Indra Wahyu, mengatakan bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi peserta didik, mulai dari prestasi akademik, nonakademik hingga faktor ekonomi keluarga.
Dengan melibatkan ribuan sekolah dan ratusan kampus swasta, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pelajar Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.(FRI)
