Pemadaman Bergilir di Jawa Timur Tanpa Ada Pemberitahuan, Warga Merasa Dirugikan

oleh -331 Dilihat
Pemadam juga terjadi di beberapa titik TL, hingga memacetkan jalanan. (Ist/dok)

KILASJATIM. COM, Surabaya –  Sejumlah warga di Surabaya yang wilayahnyan terkena pemadaman listrik secara bergilir merasa dirugikan karena tidak adanya pemberitahuan dari PLN terlait hal tersebut.

“Sedianya PLN menginfokan kepada warga jika akan dilakukan pemadaman, sehingga kami  siap mengisolasi bak kamar mandi, atau masak nasi sebelum padam. Kalau tiba tiba padam kan kami sangat dirugikan. Apa dengan pemadaman kami dapat ganti rugi ? , ” ujar Muslimah warga Kebraon yang daerahnya padam pada Kamis (12/6/2026)

Selain pelanggan rumah tangga, fasilitas umum, seperti pintu perlintasan kereta api maupun lampu lalu lintas juga ikut padam. Sehingga, terjadi kepadatan di titik-titik jalan yang mengalami pemadaman. Pemadaman listrik secara bergilir terjadi di Surabaya, Kamis, 18 Juni 2026, ditanggapi  pihak PLN bahwa hal tersebut  terjadi akibat adanya panurunan kapasitas suplai listrik.

Sebagaimana disampaikan Dana Puspita Sari selaku Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur,  PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.

Apa yang disampaikan Dana Puspitasari bertolak belakang dengan yang disampaikan sebelumnya yang menyebut pemadaman  akibat penurunan pasokan batu bara yang memicu kebijakan pemadaman listrik bergilir di berbagai wilayah Jawa Timur selama dua pekan terakhir.

 Masalah pada suplai komoditas tersebut berdampak langsung terhadap operasional di sektor pembangkitan energi listrik. Pengurangan volume daya yang mengalir ke Jawa Timur berada di bawah lima persen dari total keseluruhan beban.

“Memang ini lebih banyak dikaitkan dengan kurangnya pasokan (batu bara) yang masuk, terutama di lokasi juga di Jawa Timur, dan beberapa lokasi Jawa lainnya. Jadi di sini memang terjadi kendala di sistem pembangkitan. Untuk kepastiannya pun juga kami tidak bisa menyampaikan secara pasti gitu, tapi pastinya pasokan untuk Jawa Timur sendiri berkurang sehingga kami perlu melakukan manajemen beban dengan melakukan pemadaman di beberapa daerah,” ungkap Dana Puspita Sari. (Dikutip dari Radio Suara Surabaya pada Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  September OJK Kantor Regional 4 Jatim Akan Realisasikan 184 ribu Vaksin Bagi Industri Jasa Keuangan

Pihak manajemen menyatakan telah melakukan pengecekan internal terkait besaran defisit daya tersebut. Langkah pemadaman terpaksa diambil demi menjaga kestabilan sistem distribusi regional.

“Kalau sebenarnya kemarin sempat kami cek rata-rata itu tidak sampai, paling kalau misalnya di bawah lima persen dari seluruh beban,” ujar Dana Puspita Sari.

Sebelumnya, manajemen mengomunikasikan pemadaman listrik bergilir ini kepada masyarakat sebagai program pemeliharaan infrastruktur. Dana mengklarifikasi bahwa situasi sebenarnya murni akibat kendala teknis pasokan bahan baku.

“Tapi kita selalu upayakan bahwa pengumuman ini disampaikan langsung kepada pelanggannya, baik pelanggan pemerintahan, masyarakat ataupun pelanggan industri seperti itu. Dan kami mohon maaf bahwa kondisi ini mungkin membuat tidak nyaman sehingga pelayanan ini ya, dan pelayanan lainnya jadi terganggu,” ucap Dana Puspita Sari.

Pemadaman bergilir di salah satu. Perumahan tanpa ada pemberitahuan dari pihak PLN. 

Terkait gelombang keluhan dari masyarakat mengenai ketiadaan jadwal resmi pemadaman, PLN UID Jatim menyebut situasi operasional di tingkat pembangkit berjalan sangat dinamis. Perubahan kondisi di lapangan sering kali terjadi dalam waktu singkat.

“Karena memang kami mendapatkan informasinya itu mendadak. Jadi, kan ini tergantung kondisi pembangkit. Ini jadi ada beberapa koperasi pembangkit misalnya tiba-tiba dia harus keluar karena ada gangguan. Otomatis dengan kondisi yang sekarang ini sudah ada kendala teknis, akhirnya bertambah lagi seperti itu,” ucap Dana Puspita Sari.

Penghentian operasional akibat pemeliharaan mendadak di tingkat pabrik penyuplai memaksa PLN untuk terus menyesuaikan ulang strategi pembagian beban. Hal inilah yang memicu tindakan pemadaman tanpa pemberitahuan awal yang matang.

“Sehingga kami pun harus mengatur kembali itulah sebabnya akhirnya mendadak tiba-tiba kami harus melakukan manajemen beban tersebut,” tambah Dana Puspita Sari.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Kembali Gelar Program Mudik Gratis, Pendaftarannya Dibuka Secara Online

Untuk itu, Dana mengatakan, saat ini PLN terus berkoordinasi dengan semua pihak guna memastikan proses penanganan dapat berjalan optimal dan pasokan listrik tetap terjaga.

“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” pungkasnya. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.