Delapan Daerah di Jatim Siaga Darurat Kekeringan, Distribusi Air Dipercepat

oleh -245 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
BPBD Jatim Siapkan Bantuan Air Bersih untuk Wilayah Kekeringan. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Delapan daerah di Jawa Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan seiring semakin kuatnya dampak musim kemarau yang mulai dirasakan sejak Mei 2026. Kondisi ini terjadi menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat daerah yang berstatus siaga darurat meliputi Kabupaten Bangkalan, Lamongan, Pasuruan, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Trenggalek, dan Blitar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi periode kritis musim kemarau tahun ini berpotensi meluas hingga mencakup sekitar 72,5 persen wilayah Jawa Timur.

Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan pemerintah daerah masih mengandalkan anggaran masing-masing untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih kepada warga terdampak.

“Untuk sementara distribusi air bersih masih menggunakan anggaran daerah masing-masing,” kata Gatot, Jumat (19/6/2026).

Namun, Pemprov Jawa Timur melalui BPBD siap turun tangan apabila kemampuan anggaran kabupaten dan kota tidak lagi mencukupi.

“Kalau anggaran daerah sudah habis, kami akan mendukung distribusi air bersih,” ujarnya.

Sejumlah daerah bahkan telah menerima bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. BPBD mencatat penyaluran dilakukan di Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, dan Pasuruan.

Bondowoso menjadi daerah dengan distribusi terbesar, mencapai 155.000 liter air bersih yang disalurkan untuk 12 kecamatan, 14 desa, dan 18 dusun. Sementara Kabupaten Pasuruan menerima 15.000 liter, Bojonegoro 9.000 liter, dan Probolinggo 5.000 liter.

Selain menyiapkan pasokan air bersih, BPBD Jawa Timur juga menyiapkan perlengkapan pendukung seperti jeriken, terpal, dan tandon air untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.

Meski kondisi masih dapat ditangani pemerintah daerah, BPBD mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Dengan puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus, kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus bertambah di sejumlah wilayah rawan kekeringan di Jawa Timur.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.