KILASJATIM.COM, Surabaya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan tetap mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski tambahan anggaran sebesar Rp675 miliar yang disiapkan untuk mendukung pengawasan program tersebut hingga kini belum cair.
Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengatakan dana yang semula dialokasikan hampir Rp700 miliar itu masih dalam proses di Kementerian Keuangan sehingga belum dapat digunakan oleh BPOM. “Kita akan mendapatkan tambahan anggaran Rp700 miliar, kemudian dikurangi menjadi Rp675 miliar. Namun karena masih ada proses yang harus diselesaikan, anggaran tersebut ditarik kembali ke Menteri Keuangan,” ujarnya di Universitas Surabaya (Ubaya), Senin (15/6/2026) kemarin.
Meski belum menerima dana tambahan, BPOM tetap menjalankan fungsi pengawasan menggunakan anggaran yang tersedia saat ini. Menurut Taruna, keterbatasan anggaran tidak akan menghambat komitmen lembaganya dalam mengawal salah satu program prioritas pemerintah tersebut. “Sampai detik ini kami masih menggunakan anggaran yang ada di Badan POM. Ada uang atau tidak ada uang, Badan POM bertekad jalan terus untuk mengawal pelaksanaan MBG,” tegasnya.
Taruna menjelaskan, BPOM bertugas mengawasi seluruh rantai pangan olahan dalam program MBG, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan yang dikonsumsi siswa. Selain itu, BPOM juga melakukan edukasi serta pengawasan standar keamanan pangan di dapur penyedia makanan. “Nah, di peraturan itu tegas bahwa BPOM bertugas menjadi pengawas mulai dari bahan baku, processing-nya, termasuk memberikan pendidikan,” katanya.
BPOM juga menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi kasus keracunan makanan, termasuk melakukan pelacakan sumber penyebabnya. Untuk mendukung tugas tersebut, seluruh unit pelaksana teknis BPOM di daerah terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan pemerintah daerah. “Kami juga sadar belum maksimal, tetapi kami berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan dan tugas pokok Badan POM,” pungkas Taruna.(tok)
