KILASJATIM.COM, Surabaya – Jemaah haji Debarkasi Surabaya Kloter 30 asal Kabupaten Lamongan sempat tertunda pulang ke Indonesia setelah pesawat yang mereka tumpangi mengalami gangguan teknis dan harus melakukan pendaratan darurat di Oman.
Pesawat yang berangkat dari Jeddah menuju Indonesia itu sempat terbang sekitar dua jam sebelum akhirnya kembali mendarat di Bandara Muskat, Oman, pada Senin (8/6/2026).
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, As’adul Anam, mengatakan pendaratan dilakukan demi alasan keselamatan setelah terdeteksi adanya kendala teknis pada pesawat.
“Pesawat Kloter 30 mengalami masalah teknis di Muskat. Setelah terbang dari Jeddah sekitar dua jam, pesawat kembali mendarat di sana,” kata Anam ketika dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Akibat kejadian tersebut, ratusan jemaah asal Lamongan harus menginap semalam di Oman sambil menunggu proses perbaikan pesawat selesai dilakukan.
Meski sempat tertunda, Anam memastikan kebutuhan para jemaah selama berada di Oman tetap terpenuhi. Maskapai menyediakan akomodasi hotel serta konsumsi hingga jadwal penerbangan kembali dilanjutkan.
Setelah pesawat dinyatakan layak terbang, para jemaah kembali diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda dan tiba di Tanah Air pada Selasa (9/6/2026).
“Seluruh hak jemaah telah dipenuhi dan mereka sudah tiba dengan selamat di Indonesia. Kejadian ini juga tidak mengganggu jadwal penerbangan kloter lainnya,” ujarnya.
Pemulangan Jemaah Haji Capai 34 Persen
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berjalan. Hingga Kamis (11/6/2026) pukul 00.00 WIB, sebanyak 14.781 jemaah dan petugas haji telah kembali ke Tanah Air atau sekitar 34 persen dari total jemaah yang diberangkatkan musim haji tahun ini.
Selama proses pemulangan, tercatat 110 mutasi keluar yang terdiri dari 20 jemaah wafat di Arab Saudi, 18 jemaah sakit dan masih dirawat di Arab Saudi, 10 jemaah tunda pulang, satu jemaah pulang mandiri, 18 jemaah pindah kloter, serta 43 kursi kosong.
Sementara itu, sebanyak 51 jemaah tercatat sebagai mutasi masuk akibat perpindahan kloter.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat tiga jemaah meninggal dunia dalam proses pemulangan. Mereka adalah Hery Widianto (69) asal Kota Malang yang wafat di dalam pesawat pada Kloter 12, Wayan Rohani Suwasti (63) asal Kota Malang yang meninggal di RS Haji Surabaya, serta Kasijan Tiba (70) asal Kota Pasuruan yang wafat saat menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Selain itu, masih ada 15 jemaah asal Jawa Timur yang belum dapat kembali bersama kloternya karena menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Mereka berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Bojonegoro.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan di Arab Saudi untuk memantau kondisi jemaah yang masih dirawat. Semoga mereka segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” pungkas Anam.(cit)



