Dari Desa untuk Indonesia, Kemkomdigi Ajak Pemuda Lumajang Jadi Duta Digital

oleh -146 Dilihat
Direktur Informasi Publik Nursodik Gunarjo (kanan berbatik coklat), Bupati Lumajang Indah Amperawati (tengah), Kadiskominfo Lumajang Mustaqim (kemeja putih) berfoto bersama narasumber dan peserta Indonesia.go.ida (IGID) Menyapa Lumajang yang mengangkat tema "Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia" yang digelar Ditjen KPM Kemkomdigi di Lumajang, Rabu (10/6/2026).  (foto :Ditjen KPM Kemkomdigi/Indonesia.go.id)

KILASJATIM. COM, Lumajang –  Desa dinilai memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan semesta khususnya di era algoritma untuk melawan hoaks dan disinformasi, karena sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan perdesaan yang dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang digital yang sehat.

Direktur Informasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Nursodik Gunarjo, mengatakan dalam konteks tersebut, seorang pemuda desa yang mampu memverifikasi informasi dan meluruskan hoaks dengan bahasa yang santun merupakan bentuk nyata bela negara di era digital.

“Bela negara tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan jempol yang bertanggung jawab. Maka mari menjadi ‘Duta Digital’ di era algoritma ini,” kata Nursodik saat membuka kegiatan IGID Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” pada Rabu (10/6/2026) di Aula Nagara BKPSDM Lumajang, Jawa Timur.

Lanjutnya, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa di era informasi. Literasi digital merupakan bagian dari semangat Pertahanan Semesta sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Nursodik juga menjelaskan ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang melalui konflik fisik, tetapi juga melalui perang informasi, hoaks, dan disinformasi yang beredar di ruang digital.

Menjaga informasi saat ini sama pentingnya dengan menjaga wilayah negara. Arus informasi yang tidak benar dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat dan berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

Melalui kegiatan ini, Nursodik berharap lahir Duta Digital Desa di berbagai dusun di Kabupaten Lumajang yang mampu menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi informasi yang beredar. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pemuda, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberlanjutan gerakan literasi digital.

Baca Juga :  Jelang Lebaran IOH Selesaikan Integrasi Jaringan Dengan Teknologi MOCN 100%

“Karena itu, kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda menjadi kunci dalam menghadapi berbagai ancaman informasi yang terus berkembang,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Kabupaten Lumajang Mustaqim mengatakan keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan bangsa, bukan sebaliknya.

Ia meminta masyarakat agar tidak mudah tergoda mengejar popularitas di media sosial dengan mengabaikan dampak informasi yang disebarkan.

Konten yang tidak bertanggung jawab berpotensi memicu konflik sosial, menimbulkan prasangka, hingga mengganggu persatuan masyarakat.

“Oleh karena itu, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika bermedia,” kata Mustaqim.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang membagikan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan informasi dan pembuatan konten digital. Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, membuka wawasan tentang waspodo digital dengan pendekatan kebangsaan. Dari seorang prajurit, kita belajar bahwa menjaga informasi sama pentingnya dengan menjaga batas negara.

Redaktur senior Indonesia.go.id Tri Antoro, memberikan pelatihan mengenai cara mengangkat potensi desa melalui tulisan yang menarik dan bernilai berita.

Sementara itu, kreator digital Lintang Pekasih membagikan strategi membuat konten edukatif yang tetap relevan, inspiratif, dan berpeluang menjangkau audiens luas di media sosial.

Peserta juga diajak untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana mempromosikan potensi daerah dan diajak menggaungkan kampanye digital sebagai bentuk kontribusi bersama dalam menjaga ruang digital yang aman, sehat, dan berdaya saing untuk Indonesia.

Ratusan peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pemuda desa, kader karang taruna, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Lumajang, jajaran Penerangan Kodim 0821 Lumajang, para pelajar,  serta mahasiswa di Kabupaten Lumajang dan sekitarnya.  (nov)