Khofifah Dorong SDM Konstruksi Adaptif Hadapi Era Digital

oleh -150 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Khofifah Ajak Pelaku Konstruksi Perkuat Sinergi Bangun Infrastruktur. (Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menopang pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.

Karena itu, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor konstruksi untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan daya saing Jawa Timur sebagai salah satu motor ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sekaligus mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur Periode 2026-2029 di Grand City Exhibition Hall Surabaya.

Menurut Khofifah, pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting bagi Jawa Timur yang saat ini berkontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan berperan sebagai gerbang utama kawasan timur Indonesia.

“Kita harus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk membangun sektor jasa konstruksi yang profesional, berdaya saing, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Khofifah, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai kualitas infrastruktur yang dibangun saat ini akan menentukan kualitas pelayanan publik, produktivitas ekonomi, hingga daya saing daerah di masa mendatang. Karena itu, pembangunan sektor konstruksi harus berlandaskan pada tiga prinsip utama, yakni kualitas, integritas, dan keberlanjutan.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, terus mendorong pembangunan berbagai sektor strategis mulai dari konektivitas antarwilayah, kawasan industri dan logistik, infrastruktur sumber daya air, fasilitas pelayanan publik, hingga sistem transportasi yang terintegrasi.

Di sisi lain, sektor konstruksi juga menghadapi tantangan baru seiring pesatnya perkembangan teknologi. Digitalisasi konstruksi, Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan (AI), konstruksi hijau, hingga peningkatan standar keselamatan kerja menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi.

Baca Juga :  Tinjau Percepatan Revaksinasi PMK di Jember, Khofifah: 635.050 Dosis Telah yang pada Hewan Ternak di Jatim

Menurut Khofifah, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi kunci agar sektor konstruksi mampu menjawab tantangan tersebut sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengukuhkan Forum Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur Periode 2026-2029. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi profesi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.

“Forum ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kompetensi SDM, mendorong inovasi, meningkatkan keselamatan kerja, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pengukuhan forum, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah dan pengembang yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Penghargaan Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik diberikan kepada Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Nganjuk. Sementara penghargaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) APBD diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto.

Adapun penghargaan pengembang rumah subsidi terbanyak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diraih PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jayaland, dan PT Kokoh Exa Nusantara.

Khofifah berharap kolaborasi yang terbangun melalui Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 mampu memperkuat sektor konstruksi sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Jawa Timur.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.