EMAS Tambah  Inventaris Sumber Daya Mineral Tambang Emas Pani Menjadi 7,4 Juta  Ons Emas

oleh -313 Dilihat

 

KILASJATIM. COM, Jakarta  – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) (“EMAS” atau “Perseroan”),  anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA), mengumumkan estimasi sumber daya  mineral perdana atau maiden Mineral Resource Estimate (MRE) untuk Prospek Kolokoa, yang  berlokasi sekitar 500 meter dari area Tambang Emas Pani, Kecamatan Marisa, Kabupaten  Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi.

 

Berdasarkan estimasi per 1 Juni 2026, Kolokoa memiliki sumber daya mineral sebesar 42 juta ton

(“Mt”) dengan kadar 0,33 g/t emas, atau setara dengan 445 ribu ons emas (koz). Penetapan ini

menambah inventaris sumber daya mineral emas Tambang Emas Pani secara keseluruhan dari

7,0 juta ons menjadi sekitar 7,4 juta ons emas (Moz), atau naik sekitar 6 persen, yang sekaligus

memperkuat skala dan potensi pertumbuhan EMAS ke depan.

 

Boyke Poerbaya Abidin, Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk menyampaikan,

estimasi sumber daya mineral perdana Kolokoa menunjukkan kapabilitas kami untuk

mengonversi keberhasilan eksplorasi menjadi sumber daya mineral dalam waktu yang relatif

cepat.

 

“Dalam waktu enam bulan, kami berhasil menetapkan sumber daya mineral perdana yang

mengandung 445 ribu ons emas. Hasil ini mendukung strategi pertumbuhan produksi jangka

panjang Perseroan, termasuk rencana peningkatan produksi puncak hingga 500 ribu ons per

tahun,” ujar Boyke Poerbaya Abidin.

 

Dengan lokasi yang dekat dengan operasi Tambang Emas Pani, Kolokoa berpotensi

memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan memberikan sinergi operasional. Deposit ini juga

memberi fleksibilitas tambahan dalam perencanaan tambang dan optimalisasi kadar bijih,

sehingga dapat mendukung jalur pengembangan yang lebih efisien dan berpotensi meningkatkan

keekonomian proyek.

 

Program utama penetapan sumber daya Kolokoa diselesaikan dalam periode sekitar enam bulan,

Baca Juga :  BMKG Jatim Minta Waspadai Wisata Alam, Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Aman

antara November 2025 hingga April 2026. Program tersebut mencakup 54 lubang bor diamond

drilling sepanjang 11.701,6 meter, yang dirancang untuk memahami bentuk, kontinuitas, dan

distribusi kadar mineralisasi emas di Kolokoa, sekaligus memberikan tingkat keyakinan geologi

yang memadai untuk mendukung estimasi sumber daya mineral perdana.

 

Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang  tinggi untuk material oksida, yakni 87 persen hingga 94 persen. Sementara itu, material transisi

mencatat tingkat perolehan 81 persen hingga 92 persen, yang mendukung kesesuaian Kolokoa

dengan operasi Tambang Emas Pani saat ini.

 

Sumber daya mineral Kolokoa dinilai masih terbuka untuk pengembangan lebih lanjut, dengan

mineralisasi emas yang masih terbuka ke berbagai arah, termasuk ke utara, selatan, dan ke lapisan

yang lebih dalam. EMAS akan menggunakan model geologi dan sumber daya mineral Kolokoa

untuk memandu pengeboran lanjutan, studi metalurgi, serta kajian perencanaan tambang di masa  depan.

 

 Perseroan menilai hasil ini menjadi dasar penting untuk mengevaluasi potensi  pengembangan Kolokoa sebagai bagian dari sistem Tambang Emas Pani.

 

EMAS menyatakan kegiatan eksplorasi akan terus dilakukan secara disiplin dan terarah untuk  memperkuat basis sumber daya mineral Tambang Emas Pani. Perseroan akan menyampaikan  pembaruan lebih lanjut apabila terdapat hasil eksplorasi dan studi teknis material sesuai dengan  standar pelaporan yang berlaku. (nov)