KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menggelar Ubaya InnovAction Fest (UnnoFest) Vol. 8, di Plaza Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE), Kampus Ubaya Tenggilis. Ajang kewirausahaan mahasiswa terbesar di Surabaya ini menghadirkan lebih dari 100 usaha kreatif yang bergerak di bidang makanan dan minuman, perawatan tubuh, kerajinan tangan, hiburan, hingga seni.
Mengusung tema “Motion”, UnnoFest Vol. 8 tidak hanya menjadi wadah promosi produk mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ketua UnnoFest Vol. 8, Dr. Prita Ayu Kusumawardhany, menjelaskan bahwa tema tersebut mengajak mahasiswa berani memulai langkah kecil yang mampu menghasilkan perubahan positif. “UnnoFest memupuk keberanian para mahasiswa untuk berani mengambil langkah kecil dalam situasi apa pun karena pasti ada dampak positif yang dihasilkan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal itu sesuai dengan slogan kita, ‘One Step, One Impact’,” kata Dr. Prita.
Untuk memperluas dampak kegiatan, UnnoFest Vol. 8 juga menghadirkan Unno Virtual Eco Run dengan pilihan jarak tiga dan lima kilometer. Keuntungan dari kegiatan tersebut akan didonasikan untuk program penanaman mangrove di kawasan pesisir. “Pada UnnoFest kali ini, kita tidak hanya menggerakkan aspek bisnis dan ekonomi dengan ide-ide kreatif para mahasiswa, namun ikut menumbuhkan kepedulian mereka untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat bagi sosial dan lingkungan,” tambah Dr. Prita.
Seluruh produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi ketat, mulai dari aspek inovasi, kesiapan komersialisasi, kualitas produk, hingga strategi pemasaran. Tahun ini, UnnoFest juga semakin semarak dengan kehadiran puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Menurut Dr. Prita, keterlibatan UMKM memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung menghadapi persaingan pasar yang sesungguhnya. “Para mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah usaha bertahan di pasar. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk bersaing dengan UMKM yang sudah lebih sustain dibanding usaha mereka,” kata Dr. Prita.
Sementara itu, Wakil Rektor III Ubaya, Prof. Dr. apt. Christina Avanti, menegaskan bahwa UnnoFest menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mewujudkan ide kreatif menjadi peluang usaha yang berdampak. “Mahasiswa bisa merealisasikan langkah pertama menuju kesuksesan di UnnoFest. Lebih dari itu, mereka juga dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan dan peningkatan kualitas ekosistem,” tegas Prof. Christina.
Melalui UnnoFest Vol. 8, Ubaya terus mendorong lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya inovatif dan kompetitif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.(tok)
