KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur menghentikan operasional sementara akibat dana operasional yang belum cair.
Penghentian layanan terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Malang, Ponorogo, Lamongan, dan Bangkalan pada Senin (8/6).
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan temuan di lapangan telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti.
“Kami selalu meneruskan apa yang terjadi di lapangan kepada BGN agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Emil di Gedung DPRD Jawa Timur, Selasa (9/6/2026).
Emil yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Jawa Timur menjelaskan persoalan serupa pernah terjadi pada awal Mei lalu. Saat itu, koordinasi dilakukan dengan BGN hingga permasalahan dapat diselesaikan.
Menurutnya, proses pencairan dana operasional sepenuhnya menjadi kewenangan BGN. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening virtual masing-masing SPPG.
“Kewenangan pembayaran ada di BGN dan langsung ke virtual account masing-masing SPPG,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlambatan pencairan dana tidak jarang berkaitan dengan persyaratan administrasi yang harus dilengkapi oleh pengelola dapur MBG.
“Dari pengalaman yang kami temukan, kadang ada persyaratan administrasi yang diminta untuk dilengkapi terlebih dahulu,” katanya.
Meski sejumlah dapur menghentikan operasional sementara, Emil optimistis persoalan tersebut dapat segera diatasi. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, ia meyakini BGN akan menuntaskan kendala pencairan sehingga layanan MBG dapat kembali berjalan normal.(cit)

