KILASJATIM.COM, Surabaya – Sejumlah armada pengangkut sampah ditemukan dalam kondisi kurang layak saat pemeriksaan di Jalan Raya Tandes. Mulai dari bak kontainer yang berlubang hingga lampu rem yang tidak berfungsi menjadi temuan dalam sidak yang dilakukan pada malam hari.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu kebocoran air lindi selama perjalanan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain menimbulkan bau tak sedap, cairan sampah yang tercecer juga dapat membuat jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya Wasis Sutikno mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap armada milik swasta maupun armada pengangkut sampah yang beroperasi di Surabaya.
“Armada swasta ada yang bak kontainernya berlubang. Ada juga kendaraan yang lampu rem belakangnya tidak menyala,” kata Wasis dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, kerusakan semacam itu seharusnya segera dilaporkan dan diperbaiki tanpa menunggu jadwal perawatan berikutnya. Sebab, kondisi kendaraan yang tidak prima dapat mengganggu keselamatan selama operasional pengangkutan sampah.
Tak hanya memeriksa kondisi fisik kendaraan, petugas juga mengecek penampungan air lindi pada truk compactor. Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan kebocoran akibat seal yang rusak atau bagian penampungan yang mulai korosi.
Sekitar 10 armada diperiksa dalam sidak yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Beberapa kendaraan diketahui membawa air lindi dalam jumlah cukup banyak. Namun, penampungan masih berfungsi dengan baik sehingga tidak ditemukan kebocoran.
Pengawasan serupa akan terus dilakukan di sejumlah jalur menuju TPA. Selain memastikan kendaraan laik jalan, pemeriksaan berkala dilakukan untuk mencegah cairan sampah tercecer di jalan selama proses pengangkutan.
Saat ini terdapat 104 armada pengangkut sampah yang melayani 195 Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Surabaya. Di sisi lain, penyusunan standar operasional pengelolaan air lindi juga tengah dimatangkan, termasuk opsi pembuangan lindi di TPS sebelum armada diberangkatkan.
Rencana tersebut akan didukung pengadaan 195 unit alat pembersih bertekanan tinggi atau karcher. Dengan skema itu, pengelolaan air lindi diharapkan lebih terkendali dan risiko pencemaran selama proses pengangkutan sampah dapat ditekan.(cit)
