KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 250 pelajar SMA, MA, dan SMK se-Jawa Timur, mahasiswa, serta komunitas pecinta budaya Jepang mengikuti Bunkasai Japanese Fun Festival (JFF) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Sabtu (30/5/2026).
Mengusung tema “Kachoufuugetsu” atau keindahan alam, festival tahunan ini menjadi ajang pengenalan bahasa, seni, dan budaya Jepang melalui berbagai kompetisi, pertunjukan budaya, serta aktivitas edukatif. Kegiatan dibuka oleh Konsul Jenderal Jepang, Takonai Susumu, bersama Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H.
Prof. Siti Marwiyah mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi sarana pertukaran budaya, tetapi juga membuka wawasan generasi muda terhadap peluang pendidikan dan karier internasional. “Melalui Japanese Fun Festival ini, kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal budaya Jepang, tetapi juga melihat peluang besar yang terbuka melalui penguasaan bahasa Jepang. Unitomo terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra industri dan lembaga di Jepang agar lulusan kami memiliki kompetensi global,” terang Prof. Siti Marwiyah.
Menurutnya, kemampuan bahasa Jepang semakin dibutuhkan di dunia kerja global, terutama karena meningkatnya kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Jepang.
Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang, Takonai Susumu, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir dalam festival tersebut. “Saya sangat terkesan melihat semangat para mahasiswa dan pelajar Indonesia dalam mempelajari budaya Jepang. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia,” kata Takonai Susumu.
Wakil Dekan I FIPS Unitomo, Dr. Suhartawan Budianto, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa Japanese Fun Festival merupakan agenda rutin Program Studi Sastra Jepang untuk mengenalkan budaya Jepang sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda. “Japanese Fun Festival bukan sekadar hiburan, tetapi juga media edukasi budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda,” ujar Suhartawan.
JFF 2026 dimeriahkan berbagai lomba akademik seperti cerdas cermat, shodou, roudoku, kakikikitori, dan kanji, serta kompetisi umum seperti J-Song, seiyuu, fanart, desain karakter, cosplay, dan fotografi. Pengunjung juga disuguhi pertunjukan yosakoi, upacara minum teh, demonstrasi kaligrafi Jepang, hingga stan kuliner dan merchandise khas Jepang.
Melalui festival ini, Unitomo berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal budaya Jepang sekaligus memiliki wawasan global untuk menghadapi tantangan masa depan.(tok)


