Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Regenerasi Atlet, PASI Siapkan Kekuatan Menuju Porprov Jatim

oleh -117 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya — Semangat pembinaan olahraga atletik kembali mengemuka di Kota Surabaya. Ratusan atlet pelajar dan umum dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Lapangan Thor, Surabaya, untuk mengikuti Lomba Atletik Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Kejuaraan yang mempertandingkan berbagai nomor atletik, mulai dari tolak peluru, lompat jauh, hingga nomor lari jarak pendek dan menengah, tidak hanya menjadi arena kompetisi. Lebih dari itu, ajang ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang akan memperkuat Surabaya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.

Ketua DPRD Surabaya yang juga menjabat Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, membuka secara resmi kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kompetisi berjenjang sebagai bagian dari proses pembentukan atlet berprestasi.

Menurut Syaifuddin, Surabaya memiliki tradisi panjang sebagai salah satu kekuatan atletik di Jawa Timur. Karena itu, keberlangsungan pembinaan harus dijaga melalui penyelenggaraan kompetisi yang rutin dan kompetitif.

“Kami ingin terus memunculkan prestasi dan mempersiapkan atlet-atlet yang nantinya akan memperkuat Surabaya dalam ajang Porprov. Semangat para atlet harus terus dijaga agar prestasi yang selama ini diraih bisa dipertahankan,” ujar Kaji Ipuk sapaan akrabnya, Sabtu, 30/5/2026.

Sejak pagi hari, suasana Lapangan Thor terlihat semarak. Para atlet dari berbagai kelompok usia bergantian mengikuti nomor pertandingan yang telah dijadwalkan. Tidak hanya peserta tingkat sekolah menengah atas, sejumlah atlet dari jenjang sekolah menengah pertama juga turut ambil bagian, menunjukkan semakin luasnya basis pembinaan atletik di Surabaya dan daerah sekitarnya.

Bagi PASI Surabaya, Piala Wali Kota memiliki peran strategis dalam proses regenerasi atlet. Melalui kompetisi ini, potensi atlet muda dapat teridentifikasi sejak dini sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Optimisme Baru untuk Surabaya: Golkar Sambut Kepemimpinan Armuji di PDIP Surabaya

Syaifuddin menilai keberhasilan mencetak atlet berprestasi tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas olahraga yang memadai. Sinergi antara organisasi olahraga, sekolah, serta pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang kuat.

Karena itu, pihaknya mendorong kolaborasi yang lebih erat antara PASI, sekolah, dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya. Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah memperbanyak kompetisi atletik di lingkungan sekolah agar bibit-bibit atlet potensial dapat terpantau sejak awal.

Menurut dia, Surabaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan dan pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu melahirkan pahlawan-pahlawan olahraga yang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

“Regenerasi harus terus berjalan. Kita ingin muncul atlet-atlet baru yang bisa melanjutkan prestasi pendahulunya dan membawa nama Surabaya berjaya di Porprov, bahkan hingga tingkat nasional,” katanya.

Melalui kejuaraan ini, Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga tradisi prestasi atletik sekaligus menyiapkan generasi baru atlet yang siap bersaing di berbagai level kompetisi. (Den)

No More Posts Available.

No more pages to load.