Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pasar Murah

oleh -172 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah di beberapa daerah
Foto: Humas Pemprov Jatim

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus menggencarkan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Kali ini, pasar murah digelar di Lapangan Perumnas Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Mulai dari beras medium SPHP Rp11 ribu per kilogram, beras premium Rp14 ribu per kilogram, minyak goreng Rp13 ribu per liter, hingga gula pasir Rp14 ribu per kilogram.

Selain itu, tersedia telur ayam ras Rp22 ribu per pack, daging ayam ras Rp30 ribu per pack, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, bawang putih Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, serta paket cabai Rp5 ribu per 200 gram.

Khofifah mengatakan pasar murah tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang meningkat menjelang hari raya.

“Pasar murah ini menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar,” kata Khofifah dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, komoditas yang dijual dipilih berdasarkan kebutuhan utama masyarakat dan perkembangan harga di lapangan. Karena itu, bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, cabai, dan daging ayam diprioritaskan.

“Yang kita utamakan adalah bahan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat dan harganya tetap harus terjangkau,” ujarnya.

Selain pasar murah, Pemprov Jatim juga terus menggelar operasi pasar dan pemantauan langsung ke pasar tradisional guna memastikan pasokan pangan tetap aman.

Khofifah mengatakan pihaknya juga meninjau Pasar Banjarejo dan mendapati harga kebutuhan pokok relatif stabil.

“Pasar murah, operasi pasar, dan peninjauan langsung menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga. Kami ingin masyarakat menyambut Iduladha dengan tenang karena kebutuhan pokok tersedia dan harganya terjangkau,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Musrenbang, Ini Target Pembangunan Banyuwangi Tahun 2024

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor pangan, pelaku usaha, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah karena harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah sangat membantu. Harga di sini lebih murah dan barangnya lengkap,” ujar salah seorang warga, Nethy.

Hal serupa disampaikan Isma. Ia berharap pasar murah lebih sering digelar karena dinilai meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Semoga sering diadakan karena masyarakat sangat merasakan manfaatnya. Belanja jadi lebih hemat,” katanya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.