Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Kembar Trenggalek Raih Masa Depan

oleh -1317 Dilihat

Foto – Nur Khusnul Khotimah dan Nur Uswatun Khasanah, murid kembar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek, Jawa Timur.

KILASJATIM.COM, Trenggalek – Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi sejumlah anak yang mengalami persoalan keluarga agar tetap optimistis meraih cita-cita di masa depan. Salah satunya dirasakan gadis kembar asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Nur Khusnul Khotimah dan Nur Uswatun Khasanah.

Keduanya yang akrab disapa Imah dan Sanah memilih melanjutkan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek setelah mengalami kondisi keluarga yang tidak utuh.

Pilihan tersebut dinilai tepat karena sang ayah, Agus Sugono, sehari-hari berjualan cimol di Alun-Alun Trenggalek dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara ibu mereka, Karyatun, diduga bekerja di luar kota dan sudah lama tidak menemui kedua anaknya.

“Terakhir ketemu masih kelas 4 SD. Habis itu enggak pernah ketemu lagi,” kata Imah.

Sejak saat itu, Imah dan Sanah tinggal bersama ayah serta adiknya. Menurut Imah, sikap ibunya berubah sejak bekerja di luar kota.

Ia mengaku ibunya tidak pernah lagi mengirimkan uang untuk keluarga. Bahkan saat kembali ke kampung halaman, sang ibu memilih tinggal di rumah orang tuanya meski masih berada di wilayah yang sama.

Imah dan Sanah sempat berusaha menemui ibunya, namun kedatangan mereka ditolak.

“Ibu enggak mau ketemu kita. Terus ibuku tuh katanya ngomong ke orang-orang enggak kenal sama kita. Kita udah dibuang seperti sampah, gitu katanya orang-orang,” ujar Imah dengan suara bergetar.

Meski menghadapi kondisi keluarga yang berat, keduanya tidak ingin larut dalam kesedihan. Mereka memilih bangkit dan tetap semangat menempuh pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Era Baru Pascabayar: IM3 Platinum Hadir dengan Sentuhan AI, Jaringan Lebih Stabil dan Personal!

Imah dan Sanah memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi pengusaha. Keduanya ingin membantu sang ayah agar memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik.

“Kita dari dulu sudah biasa jualan kecil-kecilan, kayak jual risol gitu. Soalnya pengen bantu bapak nyari duit,” ucap Imah.

Kini keduanya tengah menimba ilmu di SRT 50 Trenggalek. Sejak masuk Sekolah Rakyat, mereka mengaku tidak lagi khawatir mengenai kebutuhan perlengkapan sekolah maupun makanan sehari-hari.

“Di sini semuanya sudah disediakan. Aku juga bisa makan enak tiap hari. Senang sekali di Sekolah Rakyat,” kata Imah.

Kehadiran Sekolah Rakyat pun menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang mengalami persoalan sosial agar tetap memperoleh akses pendidikan dan kesempatan meraih cita-cita.(guh)