Khofifah Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Banjarejo Stabil Jelang Idul Adha

oleh -270 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau kondisi harga bahan pokok di Pasar Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dalam kunjungannya, Khofifah menyapa para pedagang dan berdialog mengenai kondisi distribusi serta perkembangan harga sejumlah komoditas pokok. Ia didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Iwan.

Khofifah mengatakan, momentum menjelang hari besar keagamaan biasanya diiringi peningkatan kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga apabila pasokan barang tidak terjaga dengan baik.

“Setiap menjelang hari besar Islam termasuk Idul Adha ada kecenderungan kebutuhan logistik keluarga meningkat. Ketika permintaan naik sementara suplai tetap, biasanya ada kecenderungan kenaikan harga beberapa komoditas. Karena itu kami turun langsung ke pasar untuk memastikan stok aman dan harga tetap terkendali,” ujar Khofifah, Senin, 25/5/2026.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp62.500. Menurut Khofifah, stok beras medium tersebut juga dalam kondisi aman.

“Supply beras SPHP aman dan harganya standar. Beras medium SPHP 5 kilogram dijual Rp62.500,” katanya.

Selain beras, ketersediaan Minyakita di pasar tradisional tersebut juga dinilai cukup baik. Harga Minyakita dijual Rp15.700 per liter atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Minyakita hari ini stoknya bagus. Mudah-mudahan kontinuitas pasokannya bisa terus terjaga dan harganya tetap sesuai HET yakni Rp15.700,” ucapnya.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai rawit berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram. Sementara cabai merah dijual sekitar Rp20.000 per kilogram. Adapun harga bawang putih berkisar antara Rp24.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Baca Juga :  Pemprov Siapkan Beberapa Alternatif Venue

Namun, Khofifah mencatat adanya kenaikan harga bawang merah dari sebelumnya sekitar Rp33.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

“Kalau cabai memang fluktuatif, kadang naik kadang turun. Tetapi harga Rp65.000 masih dalam keterjangkauan masyarakat. Yang mengalami kenaikan saat ini bawang merah,” jelasnya.

Harga gula pasir di Pasar Banjarejo juga bervariasi tergantung jenis dan merek. Gula curah dijual sekitar Rp16.000 per kilogram, sedangkan gula kemasan berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di angka Rp26.000 per kilogram, lebih rendah dibanding menjelang Idul Fitri lalu. Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam ras yang kini dijual rata-rata Rp33.000 per kilogram atau masih di bawah HET.

Di sisi lain, harga daging sapi mulai mengalami kenaikan. Sebagian pedagang menjual di harga Rp120.000 per kilogram dan ada yang mencapai Rp125.000 per kilogram.

Khofifah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terjangkau. Ia juga menilai ramainya aktivitas jual beli di pasar menjadi indikator daya beli masyarakat masih terjaga.

Salah satu pedagang di Pasar Banjarejo, Bu Pini, menyebut kondisi harga di pasar relatif normal menjelang Idul Adha.

“Di pasar ini harganya sangat stabil. Bahkan harga ayam di sini turun. Biasanya Rp35.000 per kilogram sekarang Rp33.000 per kilogram,” ujarnya. (Den/Friz)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.