Roots & Routes, Tentang Identitas dan Perjalanan Hidup di Ubud

oleh -132 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pameran seni Roots & Routes digelar di Biji World mulai 3 Mei hingga 5 Juni 2026. Pameran ini menghadirkan karya tiga seniman, yakni Djunaidi Kenyut, Shinta Retnani, dan Boel Vadag, yang mengangkat tema identitas, memori, dan perjalanan hidup melalui pendekatan visual serta dokumenter.

Pembukaan pameran pada Minggu (3/5/2026) dihadiri penikmat seni, seniman, hingga kalangan ekspatriat. Dalam kesempatan itu juga diumumkan agenda lanjutan ketiga seniman untuk mengikuti pameran internasional di Mongolia pada Juli 2026.

Djunaidi Kenyut mengatakan kolaborasi menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengalaman dan sudut pandang yang berbeda dalam seni rupa kontemporer. “Kolaborasi bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka dialog dan memperkaya perspektif antarseniman,” terang Kenyut.

Dalam pameran ini, Djunaidi Kenyut menghadirkan karya dengan ikon kaktus sebagai simbol personal yang merepresentasikan perjalanan hidup dan lapisan makna yang tersembunyi.

Sementara itu, Shinta Retnani menampilkan instalasi berbasis dokumentasi visual dari perjalanan pembuatan film dokumenter di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Orang Rimba di Sumatra, Korowai di Papua, hingga masyarakat Lamalera di Flores. “Dokumentasi menjadi medium untuk menyimpan pengalaman dan memperluas makna cerita yang kami temui di lapangan,” kata Shinta.

Berbeda dengan keduanya, Boel Vadag menghadirkan karya yang berangkat dari puisi dan perasaan personal yang diterjemahkan menjadi visual spontan namun puitik.

Selain karya individu, ketiga seniman juga menampilkan karya kolaboratif berukuran besar bertajuk Roots Correspondencies dan In Between, The Seen and The Unseen. Secara konseptual, Roots & Routes mengangkat persimpangan antara akar kehidupan dan perjalanan manusia dalam membentuk identitas. Pameran ini mengajak pengunjung merefleksikan hubungan antara memori masa lalu, pilihan hidup, dan arah masa depan.(tok)