PIBACC 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Berkelanjutan

oleh -110 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial kini menjadi perhatian utama dunia bisnis global. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Kristen Petra menggelar Petra International Business and Accounting Conference (PIBACC) 2026 pada 22-23 Mei 2026.

Konferensi internasional ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi industri, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas transformasi bisnis berkelanjutan melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance), inovasi, dan akuntabilitas.

Head of Scientific Committee PIBACC 2026, Dr. Saarce Elsye Hatane, S.E.Ak., MBA., mengatakan PIBACC menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan global. “Sejak awal, PIBACC dirancang sebagai wadah diskusi bagi akademisi, tokoh industri, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk menjawab berbagai tantangan dunia melalui sudut pandang berbagai bidang ilmu,” terang Dr. Saarce, Kamis (22/5/2026).

Tahun ini, PIBACC diikuti sekitar 151 paper dari peserta berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Inggris, Filipina, Australia, dan Rusia. Konferensi juga menghadirkan pembicara internasional dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.

Mengusung tema: Sustainable Business Transformation: Integrating ESG, Innovation, and Accountability for the Future Economy, PIBACC membahas pentingnya transformasi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. “Melalui tema ini, kami berfokus pada pentingnya para profesional bisnis dan akuntansi untuk segera beradaptasi dengan tantangan keberlanjutan global, perubahan regulasi, serta tuntutan stakeholder yang terus meningkat,” lanjut Dr. Saarce.

Sementara itu, Head of Organizing Committee PIBACC 2026, R.R. Retno Ardianti, S.Sos., M.Si., Ph.D., menegaskan konferensi ini juga membuka peluang publikasi ilmiah bereputasi internasional bagi para peserta. “PIBACC berkomitmen menjembatani dunia akademik, industri, dan pemerintah, sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk menerbitkan artikel ilmiah mereka agar memberi dampak lebih luas bagi masyarakat,” ujar Retno. Melalui forum ini, UK Petra berharap lahir gagasan dan peta jalan baru menuju bisnis yang lebih hijau, inovatif, dan bertanggung jawab di masa depan.(tok)