Outlining Design 2026, Mahasiswa VCD UC Angkat Isu Anak dan Lingkungan Lewat Karya Kreatif

oleh -106 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra Surabaya menggelar Outlining Design 2026: CH2OMA sebagai pameran tugas akhir yang tidak hanya menampilkan karya visual, tetapi juga solusi kreatif berbasis bisnis dan isu sosial.

Pameran yang berlangsung di Surabaya, Kamis (22/5/2026), menampilkan beragam proyek mahasiswa mulai dari permainan edukatif, mainan anak berbasis aktivitas fisik, edukasi keamanan digital, hingga brand streetwear independen.

Stevanus Christian Anggrianto Ketua Program Studi VCD Universitas Ciputra Surabaya, menyebut CH2OMA menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan tugas akhir menjadi creative venture yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya membuat karya visual, tetapi juga membangun solusi desain yang terintegrasi dengan riset, branding, strategi komunikasi, dan pengalaman audiens dalam konteks kewirausahaan,” terang Chris sapaan Stevanus Christian Anggrianto.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah FitGlee karya Howard Richardson Govint. Brand ini menghadirkan permainan modular terinspirasi engklek untuk mendorong anak lebih aktif bergerak di tengah tingginya ketergantungan pada gadget. “Permainan tradisional kami redesign agar lebih modern dan menarik sehingga bisa menjadi solusi edukatif bagi tumbuh kembang anak di era digital,” kata Howard.

Isu lingkungan juga diangkat lewat Otakartu karya Shannon Devona Harianto, Dinda Ajeng Maharani, dan Celine Monica. Melalui permainan kartu interaktif, mereka mengajak anak-anak memahami pengelolaan sampah, food waste, dan daur ulang plastik dengan cara yang menyenangkan. “Otakartu ingin membuat edukasi soal keberlanjutan terasa lebih dekat dan mudah dipahami generasi muda,” papar Shannon Devona Harianto.

Sementara itu, Marcellus Bryan Soegiarto menghadirkan UNPST Worldwide, brand streetwear yang lahir dari pengalaman pribadi menghadapi bullying akibat gaya berpakaian berbeda. Mengusung konsep “clean grunge”, brand ini mendorong anak muda berani mengekspresikan diri tanpa takut stigma sosial. “UNPST Worldwide ingin mengubah pandangan negatif terhadap gaya alternatif menjadi simbol keberanian berekspresi dan penerimaan diri,” pungkas Marcellus Bryan Soegiarto.(tok)

Baca Juga :  PI dan PETRONAS Chemicals Perkuat Kerja Sama, Dorong Hilirisasi dan Ketahanan Pangan