Khofifah Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Total 44.080 Jamaah Diberangkatkan

oleh -211 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) 116 yang menjadi kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (21/5).

Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan dalam kloter terakhir tersebut. Rinciannya terdiri dari 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan. Para jamaah juga didampingi empat petugas kloter, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta tiga petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total rombongan mencapai 379 orang.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas,” kata Khofifah.

Ia berharap seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan menyandang predikat haji mabrur.

“Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Pada kloter terakhir ini, jamaah tertua tercatat atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sementara jamaah termuda adalah Mohammad Akbar Kurniawan asal Surabaya berusia 21 tahun.

Khofifah menjelaskan, Embarkasi Surabaya tahun ini memberangkatkan total 116 kloter dengan jumlah keseluruhan 44.080 jamaah dan petugas. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, 162 PHD, dan 140 PIH KBIHU.

Menurutnya, jumlah jamaah yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya menjadi yang terbanyak di Indonesia.

“Jadi jamaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Kalau dulu paling banyak Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, sekarang Jawa Timur mendapatkan tambahan 8.000 jamaah haji berdasarkan Undang-Undang Haji karena antreannya paling panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Penutupan Patung Bunda Maria Viral, Kepala Kepolisian Resor Kulon Progo Angkat Bicara

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pelayanan di asrama haji hingga proses pemberangkatan jamaah menuju Arab Saudi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji sejak proses keberangkatan hingga nanti kembali ke tanah air,” katanya.

Selain itu, Khofifah turut mendoakan jamaah yang tertunda keberangkatannya akibat kondisi kesehatan agar segera pulih. Hingga saat ini, terdapat 38 jamaah yang menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.

Ia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 13 jamaah haji di Arab Saudi.

Khofifah mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kesehatan, menjaga kekhusyukan ibadah, serta mematuhi seluruh ketentuan selama berada di Tanah Suci.

“Kita tentu berharap semuanya dalam menjalankan ibadah haji diparingi kesehatan. Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan,” ucapnya.

Ia pun meminta doa dari para jamaah untuk keamanan dan kedamaian Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Mohon didoakan semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, Surabaya dan Sidoarjo khususnya aman damai,” pungkasnya.(Den)

No More Posts Available.

No more pages to load.