Bondowoso Resmi Buka Musim Tanam Tembakau 2026, Petani Tolak Regulasi Pembatasan Nikotin dan Tar

oleh -496 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Musim tanam tembakau tahun 2026 di Kabupaten Bondowoso resmi dimulai melalui kegiatan Gelar Tanam Tembakau yang dirangkai dengan sarasehan dan seremoni tanam raya bersama para petani, pelaku usaha, dan organisasi pertembakauan.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Harapan, Mengawal Kedaulatan Tembakau di Tengah Badai Regulasi” itu menjadi momentum penting bagi ribuan petani untuk memulai musim tanam baru di tengah tantangan cuaca dan berbagai regulasi yang dinilai mengancam keberlangsungan tembakau lokal.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa tembakau memiliki arti strategis bagi masyarakat Bondowoso karena menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga.

“Bagi Bondowoso, tembakau adalah urat nadi ekonomi sekaligus warisan budaya yang menghidupi ribuan keluarga petani,” ujar Abdul Hamid Wahid.

Ia menyebut Bondowoso merupakan salah satu daerah penghasil tembakau unggulan di Jawa Timur dengan luas tanam mencapai 8.424,40 hektare pada tahun 2024. Sekitar 5.000 petani menggantungkan hidup pada sektor tersebut, termasuk melalui varietas unggulan lokal Maesan I dan Maesan II yang telah dikenal di industri nasional.

Namun di tengah dimulainya musim tanam, para petani mengaku dihantui kekhawatiran terhadap sejumlah rancangan regulasi, khususnya pembatasan kadar nikotin dan tar yang dinilai dapat mengancam keberadaan tembakau lokal Bondowoso.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso, M. Yasid, mengatakan regulasi tersebut berpotensi mematikan sektor pertembakauan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Kami sangat khawatir karena di tengah semangat menanam, ada rancangan-rancangan peraturan pembatasan kadar nikotin dan tar yang mengancam keberadaan bibit unggul tembakau Bondowoso, Maesan I dan Maesan II dengan kadar rata-rata 4-6 persen,” kata Yasid.

Menurutnya, dorongan pembatasan kadar nikotin dan tar, ditambah wacana kemasan rokok polos hingga larangan bahan tambahan, sama saja dengan ancaman terhadap ekonomi masyarakat Bondowoso.

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Bondowoso Sepakati Perubahan Perda Pajak serta KUA-PPAS 2026

“Bagi kami ini sama saja dengan upaya menghilangkan sawah ladang penghidupan masyarakat Bondowoso,” tegasnya.

Yasid menjelaskan, jika regulasi tersebut diberlakukan maka hasil panen petani berpotensi tidak terserap industri karena dianggap tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

“Rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar ini berpotensi membuat tembakau yang kami tanam dan yang selanjutnya akan dipanen tidak terserap oleh pabrik. Akhirnya akan langsung berdampak pada kesejahteraan petani dan mematikan ekonomi Bondowoso,” paparnya.

Melalui forum sarasehan tersebut, para petani juga menyampaikan deklarasi penolakan terhadap rancangan regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar serta meminta pemerintah melibatkan petani dalam setiap penyusunan kebijakan terkait pertembakauan.

“Jangan ada peraturan yang disahkan tanpa mendengar aspirasi dan masukan dari petani tembakau,” bunyi salah satu poin deklarasi petani.

Selain itu, para petani juga meminta dukungan berupa akses pupuk berkualitas, teknologi pertanian tepat guna, serta sarana dan prasarana yang memadai guna menjaga produktivitas tembakau Bondowoso.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menyerahkan bantuan pangan serta paket alat pertanian berupa cangkul, sabit, dan caping kepada 100 buruh tani dan 100 buruh wanita tani sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas petani.

Abdul Hamid Wahid berharap musim tanam tahun 2026 mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat serta menjaga eksistensi tembakau Bondowoso sebagai komoditas unggulan daerah.

Dengan ditandai seremoni tanam raya, musim tanam tembakau Kabupaten Bondowoso tahun 2026 pun resmi dimulai dengan harapan besar agar hasil panen tahun ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani di tengah tantangan regulasi yang terus berkembang.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.