Jelang Iduladha, Surabaya Temukan Hewan Kurban Terindikasi Skabies

oleh -162 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Pemeriksaan hewan kurban di Surabaya jelang Iduladha diperketat dan ditemukank satu hewan terindikasi terkena skabies
Foto: dok Diskominfo Surabaya

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Surabaya diperketat. Dari puluhan lapak yang telah diperiksa, tim menemukan satu hewan kurban terindikasi terkena skabies dan langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan.

Pemeriksaan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya bersama dokter hewan, akademisi, hingga Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian di sejumlah titik penjualan hewan kurban, Rabu (20/5/2026).

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pengawasan sudah berlangsung sejak 18 Mei dan akan berlanjut hingga 26 Mei 2026.

“Hingga hari ketiga, sudah ada 61 lapak hewan kurban yang diperiksa di 31 kecamatan,” kata Nanik.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan dari sisi administrasi hingga kesehatan hewan. Para pedagang wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal serta izin lapak dari kecamatan setempat.

Tim pemeriksa juga mengecek kondisi fisik hewan untuk mendeteksi penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), skabies, dan penyakit lainnya.

“Saat ini ada satu hewan yang terindikasi skabies dan langsung kami isolasi supaya tidak dijual ke masyarakat,” ujarnya.

Selain pemeriksaan penyakit, petugas memastikan hewan kurban memenuhi syarat usia dan kondisi layak sembelih. Pemeriksaan dilakukan melalui pengecekan fisik, aktivitas hewan, hingga kondisi gigi.

Nanik menjelaskan, sebagian besar hewan kurban yang masuk ke Surabaya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek, bahkan ada yang didatangkan dari luar pulau.

Karena itu, pengawasan diperketat untuk mencegah masuknya hewan yang tidak sehat ke Surabaya menjelang Iduladha.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi,” jelasnya.

Baca Juga :  PDOI Jatim Cabut Boikot, Manajemen Apartemen Puncak Kertajaya Setujui Fasilitas Parkir Gratis bagi Driver Ojol

Tak hanya sebelum penjualan, DKPP juga menyiapkan pemeriksaan pasca penyembelihan atau post mortem saat Hari Raya Iduladha nanti. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Kepala Pusvetma Kementerian Pertanian, Edy Budi Susila, mengatakan seluruh ternak yang masuk ke Surabaya wajib melewati pemeriksaan kesehatan, termasuk tes laboratorium untuk mendeteksi PMK dan penyakit strategis lainnya.

“Setelah dinyatakan sehat, ternak baru mendapatkan sertifikat kesehatan untuk distribusi,” katanya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.