Harkitnas 2026, Wabup Bondowoso Ajak Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

oleh -398 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada 20 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali semangat persatuan dan perjuangan bangsa di tengah tantangan era digital saat ini. Semangat yang lahir sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 1908 dinilai tetap relevan sebagai fondasi membangun Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

Bupati Bondowoso melalui Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan, Kebangkitan Nasional bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah bangkit melalui kekuatan persatuan, pendidikan, dan perjuangan intelektual.

“Dulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan. Hari ini tantangannya berubah menjadi bagaimana menjaga kedaulatan informasi, memperkuat literasi digital, dan menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, tema Harkitnas 2026 “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” mencerminkan komitmen bersama dalam melindungi dan mempersiapkan generasi penerus bangsa sebagai pondasi utama masa depan Indonesia.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong berbagai program strategis nasional demi menciptakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis di sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, peningkatan kualitas guru, hingga pemberian beasiswa untuk mempersempit kesenjangan sumber daya manusia.

Selain itu, pemerintah juga memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai bentuk perlindungan kesehatan yang merata bagi masyarakat. Sementara di sektor ekonomi kerakyatan, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam akses permodalan, pupuk, distribusi hasil panen, sembako, hingga kebutuhan obat-obatan.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga mulai memperkuat perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS. Kebijakan tersebut mengatur penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika.

Baca Juga :  Sekda Bondowoso Tegaskan: Infrastruktur Tetap Prioritas, Tapi Harus Realistis dan Selektif

Wabup As’ad menegaskan, momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong di tengah derasnya arus perubahan zaman.

“Semangat Boedi Oetomo harus terus hidup. Mari bersama menjaga tunas bangsa, memperkuat solidaritas, meningkatkan literasi digital, dan memastikan pembangunan berjalan untuk kemajuan bersama demi kejayaan Indonesia,” pungkasnya. (wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.