Khofifah Dorong ASN Jadi Strategic Leader Adaptif Hadapi Tantangan Global

oleh -114 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi strategic leader yang adaptif, tangguh, dan mampu menghadirkan solusi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 yang dirangkai dengan penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan 59, 60, dan 61 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Balongsari, Tandes, Surabaya.

PKN II Angkatan XI diikuti oleh 52 peserta, sedangkan Latsar CPNS diikuti 127 peserta dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurut dia, birokrasi membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjadi game changer sekaligus penggerak perubahan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi ruang lahirnya strategic leader yang adaptif, mampu menghadirkan inovasi, proyek perubahan, dan tata kelola pemerintahan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Khofifah, Selasa, 19/5/2026.

Ia menjelaskan, kepemimpinan adaptif ditandai dengan kemampuan berpikir out of the box, menjadi katalisator inovasi, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Menurut Khofifah, ASN harus memiliki kemampuan membaca peluang di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketegangan geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga ancaman krisis pangan global.

“Birokrasi tidak boleh berjalan dengan pola lama. Pemerintahan harus mampu bergerak lebih adaptif, responsif, dan berbasis inovasi,” ujarnya.

Khofifah juga meminta seluruh peserta PKN II dan Latsar CPNS terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar berkelanjutan. Ia menilai keterbukaan berpikir dan kemampuan beradaptasi menjadi modal utama ASN menghadapi perubahan zaman.

Baca Juga :  Untuk Wisata Penangkaran Cenderawasih dan Kakatua di Jatim

“Ayo belajar, belajar, belajar. Setiap tantangan pasti ada peluang. Gunakan analisis SWOT, strengths, weaknesses, opportunities, dan threats,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyoroti pentingnya penguatan tata kelola ketahanan pangan daerah. Menurut dia, tema kepemimpinan adaptif dalam penguatan ketahanan pangan sangat relevan dengan kondisi global saat ini.

Ia menyebut Jawa Timur berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,96 persen secara tahunan atau tertinggi di Pulau Jawa.

Selain itu, Jawa Timur tetap menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional sepanjang 2025 dengan produksi padi mencapai 10,57 juta ton gabah kering giling (GKG).

Khofifah menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pihak dalam menghadapi tantangan perubahan teknologi dan iklim.

“Tidak ada sukses yang dicapai dari kerja sendiri. Karena itu bangun birokrasi yang kolaboratif dan hadirkan solusi yang menjawab kebutuhan rakyat,” katanya. (Den/Friz)

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.