Lapor Cak Eri Banjir Curhat, dari Jalan Rusak hingga Ditinggal Pacar

oleh -110 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Mulai jalan berlubang hingga ditinggal pacar diterima oleh hotline 'Lapor Cak Eri'
Foto: Diskominfo Surabaya

KILASJATIM.COM, Surabaya – Hotline “Lapor Cak Eri” milik Pemerintah Kota Surabaya rupanya bukan cuma dipakai warga untuk melaporkan jalan berlubang atau parkir liar. Baru sepekan dibuka, layanan aduan itu malah ikut dibanjiri curhatan asmara hingga persoalan rumah tangga.

Mulai dari warga bertengkar dengan pasangan karena masalah uang, ditinggal pacar, hingga jadi korban arisan bodong, semuanya masuk ke nomor WhatsApp 0811338884.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku cukup terkejut dengan banyaknya curhatan pribadi yang masuk ke hotline tersebut.

“Banyak yang lucu-lucu juga. Ada yang curhat soal rumah tangga, ada yang ditipu, sampai masalah percintaan,” kata Eri, Senin (18/5/2026).

Padahal, hotline “Lapor Cak Eri” awalnya disiapkan sebagai jalur cepat pelayanan publik Pemkot Surabaya. Warga bisa menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari jalan rusak, PKL, banjir, hingga parkir liar.

Namun di lapangan, warga justru merasa hotline itu seperti tempat curhat yang selalu siap mendengar keluhan mereka.

Dalam sehari, jumlah pesan yang masuk bahkan mencapai sekitar 400 aduan. Sebagian memang berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi tak sedikit yang isinya persoalan pribadi.

Meski begitu, Pemkot Surabaya tetap merespons laporan yang masuk sesuai kewenangan. Untuk persoalan infrastruktur, perangkat daerah diminta bergerak cepat maksimal dalam waktu 1×24 jam.

“Begitu ada laporan, teman-teman langsung turun ke lapangan,” ujar Eri.

Salah satu aduan yang langsung ditangani yakni persoalan di kawasan Kali Tebu yang sebelumnya lama dikeluhkan warga.

Menurut Eri, fenomena banyaknya warga curhat ke hotline menunjukkan masyarakat kini merasa lebih dekat dengan pemerintah kota. Mereka tak lagi sungkan menyampaikan persoalan, bahkan yang sifatnya personal.

Meski demikian, Eri menegaskan laporan yang masuk ke ranah pidana seperti penipuan tetap harus diproses melalui kepolisian. Pemkot hanya membantu koordinasi jika warga kesulitan mendapatkan tindak lanjut.

Baca Juga :  Investor Malaysia Tertarik Kembangkan Pemukiman di IKN Nusantara

“Yang penting masyarakat merasa didengar dan tahu pemerintah hadir,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.