Dilantik di Taman Surya, 155 Pengurus Kadin Surabaya Periode 2024-2029 Perkuat Sinergi Global, Rumah Vokasi, dan Ekonomi Kerakyatan

oleh -597 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 155 pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya periode 2024-2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Minggu (17/5/2026) malam tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun masa depan ekonomi Kota Pahlawan.

Pemilihan Taman Surya sebagai lokasi pelantikan dinilai membawa pesan filosofis yang mendalam. Ketua Kadin Kota Surabaya, HM Ali Affandi LNM, menegaskan bahwa momen ini menandai babak baru keterbukaan organisasi yang dipimpinnya.
​“Untuk pertama kalinya pelantikan pengurus Kadin Surabaya dilaksanakan di Taman Surya.

Taman Surya bukanlah simbol gedung pemerintahan, tetapi simbol keterbukaan, simbol kolaborasi, dan simbol bahwa pertumbuhan ekonomi harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Mas Andi tersebut dalam sambutannya.

Mas Andi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang dinilai sangat akomodatif dalam membuka ruang sinergi bagi dunia usaha. Menurutnya, kesempatan menggelar acara di halaman Balai Kota merupakan sebuah penghormatan besar bagi Kadin Surabaya untuk hadir di tengah-tengah “rumah besar” masyarakat kota.

​Meskipun baru terlantik secara resmi, Kadin Surabaya di bawah komando Mas Andi tercatat telah bergerak aktif dan progresif. Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir sebelum pelantikan, organisasi ini telah sukses mengeksekusi lebih dari 139 agenda strategis. Hal tersebut menjadi bukti nyata keterlibatan aktif Kadin dalam memberikan manfaat konkret bagi iklim usaha di Surabaya.

Ke depan, Kadin Surabaya telah memetakan sejumlah program strategis nasional hingga internasional. Salah satu fokus utama mereka adalah memperluas misi dagang domestik dan internasional melalui kemitraan erat dengan Kadin Jawa Timur di sektor perdagangan, jasa, serta logistik.

Baca Juga :  UAB Surabaya Siap Jadi Mitra Utama Pemkot Salurkan Beasiswa Rp191 Miliar

“Beberapa waktu lalu pada misi dagang ke Malaysia, kami melihat langsung bagaimana produk dan potensi usaha Surabaya memiliki daya saing tinggi untuk masuk ke pasar global. Karena kami percaya, Kadin Surabaya tidak boleh hanya berpikir lokal, tetapi membawa Surabaya menjadi kota yang semakin global,” tutur Mas Andi optimis.

Tidak hanya menyasar pasar global, Kadin Surabaya juga menaruh perhatian besar pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Organisasi ini menjadi salah satu inisiator penting dalam penyusunan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya. Program ini ditargetkan segera melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwali) TKDV serta pengembangan Rumah Vokasi.

Langkah ini diambil demi menjawab tantangan industri masa depan yang memerlukan SDM adaptif terhadap perubahan teknologi.

Di sektor akar rumput, Kadin Surabaya berkomitmen memperkokoh fundamental ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM. Bekerja sama dengan Klinik Investasi DPMPTSP, Kadin memfasilitasi para pelaku usaha lokal melalui program kurasi produk, pelatihan naik kelas, hingga pengurusan legalitas esensial seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

“Kami percaya UMKM bukan hanya pelengkap ekonomi, UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat,” tegasnya.

​Menariknya, Kadin Surabaya juga melihat potensi besar dalam sektor olahraga sebagai penggerak roda ekonomi modern (sport tourism). Menyongsong agenda berskala besar di mana Kota Surabaya akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada tahun 2027, Kadin siap berkolaborasi dengan KONI Surabaya. Sinergi ini dirancang untuk memaksimalkan perputaran ekonomi di sektor perhotelan, industri kreatif, dan UMKM saat ajang tersebut berlangsung.

Kadin mendukung penuh target raihan 250 medali emas sekaligus memastikan ekonomi masyarakat sekitar ikut terdongkrak.
​Merespons langkah progresif tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengingatkan bahwa status sebagai mitra strategis pemerintah membawa konsekuensi logis.

Baca Juga :  Jelang HJKS ke-730, Pemkot Surabaya Beri Insentif Pembebasan

Kadin diwajibkan memiliki peran taktis dalam menyelaraskan program-program kerjanya dengan arah pembangunan pemerintah, mulai dari tingkat pusat (RPJMN), tingkat provinsi (RPJMD Jawa Timur), hingga tingkat daerah (RPJMD Kota Surabaya).

Adik memuji kualitas modal sosial ekonomi Surabaya, terutama Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang hampir menyentuh angka 84—sebuah capaian luar biasa yang mencerminkan tingginya standar pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup warga Surabaya. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya IPM ini juga memicu gelombang urbanisasi yang memperketat persaingan kerja.

“Persaingan global sekarang bukan lagi di luar negeri, tetapi sudah masuk ke Kota Surabaya. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi tantangan utama yang harus diatasi bersama,” jelas Adik. Ia pun mendorong Kadin Surabaya untuk mulai mendata kebutuhan kompetensi industri hingga lima tahun ke depan, termasuk peluang kerja baru di sektor industri ramah lingkungan (green jobs).

Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran birokrasi. Mewakili Pemkot Surabaya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Samsul Hadi, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi penuh dengan pengurus Kadin yang baru hingga akhir masa bakti tahun 2029. Mengingat Surabaya adalah kota yang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan, kehadiran Kadin dinilai sangat krusial.

Samsul menitipkan pesan agar Kadin Surabaya dapat menjadi rumah kolaborasi yang inklusif sekaligus menciptakan iklim kompetisi usaha yang sehat dan positif. Pemkot Surabaya juga mengajak Kadin bahu-membahu menyukseskan gelaran Porprov Jatim tahun depan sebagai ujian sinergi perdana mereka.

“Pemerintah Kota Surabaya berharap Kadin Surabaya dapat menjadi rumah yang nyaman bagi para pengusaha untuk berkolaborasi dan berkompetisi secara positif. Semangat gotong royong harus terus dijaga agar UMKM semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi Surabaya dapat terus meningkat,” pungkas Samsul.(den)

No More Posts Available.

No more pages to load.