Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Membaca sebagai Gaya Hidup pada Hari Buku Nasional 2026

oleh -243 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup dalam momentum peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) dan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026).

Menurut Khofifah, budaya literasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membangun peradaban bangsa yang unggul dan berdaya saing.

“Literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Karena itu, budaya membaca harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” ujar Khofifah dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei berkaitan erat dengan sejarah berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1980. Momentum tersebut, kata dia, menjadi pengingat pentingnya buku dan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan masyarakat.

Khofifah menilai, penguatan budaya membaca tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, sekolah, pemerintah, hingga lingkungan sosial agar literasi tumbuh secara menyeluruh.

“Penguatan literasi adalah kerja bersama. Harus ada sinergi dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial agar budaya membaca benar-benar tumbuh,” katanya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Khofifah juga menekankan pentingnya literasi yang adaptif. Menurut dia, masyarakat tidak hanya perlu membaca buku fisik, tetapi juga memanfaatkan e-book dan audiobook sebagai bagian dari transformasi literasi modern.

“Literasi hari ini bukan sekadar membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak. Ini penting agar masyarakat tidak mudah terpapar hoaks dan disinformasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur disebut terus berupaya meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29. Angka tersebut terdiri dari dimensi kepatuhan sebesar 0,5670 dan dimensi kinerja sebesar 0,5610.

Baca Juga :  Bikin Resah, Ular Piton 3 Meter Makan Ayam di Pinggir Jalan Manyar

Capaian itu didukung oleh pemerataan layanan perpustakaan, peningkatan koleksi buku, ketersediaan tenaga pustakawan, tingginya kunjungan masyarakat, hingga keterlibatan komunitas dalam kegiatan literasi.

“Pemprov Jatim terus menggiatkan layanan perpustakaan terpadu hingga ke desa, sekolah, lembaga pemasyarakatan, serta perangkat daerah, termasuk melalui layanan peminjaman buku,” ungkap Khofifah.

Sejumlah inovasi juga terus dikembangkan untuk mendekatkan budaya baca kepada masyarakat. Di antaranya melalui Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), dongeng keliling (Dollen), Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), hingga pengembangan podcast literasi.

“Kami ingin literasi hadir dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak, agar mereka mencintai buku sejak dini dan tidak hanya bergantung pada gawai,” tuturnya.

Khofifah turut menyoroti pentingnya pembinaan literasi berbasis komunitas melalui desa dan kelurahan, termasuk penyelenggaraan lomba dan kegiatan kreatif guna meningkatkan minat baca masyarakat.

Pada momentum Hari Buku Nasional 2026, ia mengajak masyarakat meluangkan waktu setiap hari untuk membaca sebagai upaya memperluas wawasan dan pengetahuan.

“Mari kita sisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Karena dengan membaca, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus ke mana-mana,” kata dia.

Khofifah berharap budaya literasi yang semakin kuat dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global. (Onny)

No More Posts Available.

No more pages to load.