Surabaya Vaganza Hadir Lebih Meriah dengan Festival of Lights

oleh -239 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Surabaya Vaganza 2026 digelar berbeda dengan even sebelumnya. Kini digelar malam hari dilegkapi Festival of Light
Kemeriahan Surabaya Vaganza 2025 lalu. (Foto: dok/Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Festival bunga Surabaya Vaganza 2026 kembali digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Sabtu (16/5/2026). Tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan konsep baru dengan menggelar seluruh rangkaian acara pada malam hari lewat tema Festival of Lights: Garden of Hope.

Konsep tersebut menjadi pembeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Parade bunga kini dipadukan dengan instalasi cahaya, light show, hingga video mapping yang dirancang menghadirkan pengalaman wisata malam lebih atraktif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan konsep malam hari dipilih agar masyarakat lebih nyaman menikmati parade sekaligus merasakan suasana baru di pusat kota.

“Kita sengaja gelar malam hari supaya masyarakat lebih nyaman dan bisa menikmati suasana yang berbeda,” kata Eri.

Parade dimulai pukul 18.00 WIB dari kawasan Tugu Pahlawan, lalu melintasi Jalan Tunjungan, kawasan Siola, Gedung Grahadi, Alun-Alun Balai Pemuda, hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing.

Sepanjang rute, pengunjung disuguhi mobil hias berbunga dengan sentuhan pencahayaan artistik, kostum bercahaya, hingga pertunjukan visual di sejumlah titik kota.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini dikemas lebih modern untuk memperkuat citra wisata urban Kota Pahlawan.

“Tidak hanya parade mobil hias bunga, tetapi juga ada visualisasi lampu warna-warni, kostum bercahaya, hingga light show yang membuat suasana kota lebih spektakuler,” ujarnya.

Menurut Herry, Surabaya Vaganza kini menjadi salah satu ikon wisata malam Surabaya dan masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN). Event ini diposisikan sebagai atraksi urban tourism yang menampilkan wajah modern Surabaya melalui ruang publik kota.

Ia menilai konsep Festival of Lights menjadi daya tarik utama karena menghadirkan visual yang kuat dan cocok untuk wisata keluarga maupun media sosial.

Baca Juga :  Bondowoso Resmikan Pasar dan Koperasi, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Warga

“Selling point tahun ini ada pada light performance, kendaraan hias bercahaya, kostum tematik, hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade,” katanya.

Selain parade cahaya, rute yang melintasi kawasan heritage juga dirancang untuk memperlihatkan perpaduan sejarah dan modernitas Kota Surabaya.

“Rute ini bukan sekadar jalur parade, tetapi etalase kota yang menampilkan wajah terbaik Surabaya,” pungkas Herry.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.