Khofifah Lepas 1.790 Siswa SMK Magang dan Kerja ke Luar Negeri, Jepang Jadi Tujuan Favorit

oleh -96 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Khofifah Lepas 1.790 Siswa SMK Magang dan Kerja ke Luar Negeri
Foto: dok Humas Pemprov Jatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 1.790 siswa dan alumni SMK peserta magang kerja luar negeri di SMKS Sore Tulungagung. Mereka berasal dari wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Ribuan peserta itu terdiri dari 1.067 siswa kelas XII dan XIII peserta magang luar negeri serta 723 alumni SMK yang bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan penguatan pendidikan vokasi terus dilakukan agar lulusan SMK Jawa Timur mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” kata Khofifah dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (16/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.

Jepang masih menjadi tujuan terbanyak dengan 1.216 peserta, disusul Korea Selatan sebanyak 460 orang.

Sementara berdasarkan daerah asal, Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 898 orang. Disusul Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Pacitan 15 peserta.

Khofifah mengatakan, tingginya minat dan penyerapan lulusan SMK di luar negeri menunjukkan kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur semakin kompetitif.

Menurutnya, lulusan SMK kini tidak hanya disiapkan untuk pasar kerja domestik, tetapi juga menjadi talenta vokasi yang dibutuhkan industri global.

“Ini menunjukkan SMK di Jawa Timur mampu menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” ujarnya.

Ia menyebut peluang kerja terbuka di berbagai sektor strategis seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik, hingga pertanian modern.

Baca Juga :  BPBD Jatim Rampungkan Rekonstruksi Jembatan di Bangkalan, Pulihkan Mobilitas Warga

Khofifah mencontohkan Jerman saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka peluang besar di sektor pertanian dan industri.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi, disiplin, dan kemampuan bahasa asing bagi siswa SMK.

“Selain membawa rezeki, bawa pulang ilmunya. Kalian adalah pahlawan devisa dan harus menjaga nama baik Indonesia,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengapresiasi kepala sekolah dan guru yang dinilai berperan besar menyiapkan lulusan SMK hingga mampu menembus pasar kerja global.

“Kepala sekolah dan guru telah menyiapkan murid yang go global dengan tetap menjaga nama baik bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan tingginya penyerapan lulusan SMK di luar negeri menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur terus meningkat.

Menurut Aries, peluang kerja internasional bagi lulusan SMK masih terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan etos kerja baik.

“Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat,” pungkasnya.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.