Banteng Jatim FC U-17 Menang Telak atas Gresik United U-17, Modal Positif Menuju Soekarno Cup 2026

oleh -494 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya Tim Sepakbola Banteng Jatim FC U-17 terus menunjukkan perkembangan signifikan menjelang tampil di Soekarno Cup 2026. Dalam laga uji coba melawan Gresik United Academy U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (16/5/2026), Banteng Jatim tampil dominan dan menang telak 5-0.

Uji coba tersebut menjadi bagian dari pematangan tim menuju Soekarno Cup 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik. Turnamen pembinaan usia muda antarprovinsi itu merupakan agenda rutin DPP PDI Perjuangan dan tahun ini akan diikuti 16 region/provinsi dari seluruh Indonesia.

Hasil positif ini memperpanjang tren impresif Banteng Jatim FC U-17 setelah sebelumnya menahan imbang Persebaya U-17 2-2 dan menang 5-0 atas Indonesia Muda Surabaya.

Pelatih Banteng Jatim FC U-17, Anies Septyawan, menilai timnya mulai menunjukkan identitas permainan dengan pendekatan taktikal yang semakin matang. “Secara game model, pemain mulai memahami prinsip positional play. Kami ingin tim mampu mengontrol ruang, bukan hanya bola. Jadi pemain tidak bergerak sembarangan, tetapi menjaga occupation space dan menciptakan superiority di area tertentu,” ujar Anies.

”Transisi bertahan ke menyerang sudah lebih cepat, begitu juga saat kehilangan bola, mereka langsung melakukan pressure dan recovery. Itu yang terus kami asah,” imbuh Anies.

Gol Banteng Jatim FC U-17 dicetak oleh talenta muda dari Kediri, Zevando Chievo, yang membukukan dua gol. Tiga gol lainnya lahir dari sentuhan talenta muda Bangkalan, Fais Firdaus, lalu Panji Al Mukdor (Sidoarjo), dan M. Rifki Aditya (Surabaya). Para pemain Banteng Jatim FC U-17 merupakan hasil seleksi keliling Jatim yang diikuti lebih dari 1.600 pemain sebelum dikerucutkan menjadi 25 pemain muda.

Baca Juga :  Per Januari 2020 Ada 8,6 juta Rumah Tangga di Indonesia Masih BAB Sembarangan

Dalam pertandingan tersebut, Banteng Jatim FC U-17 menggunakan struktur dasar 4-2-3-1 yang secara dinamis berubah menjadi 4-3-3 saat fase build-up progresif dan 3-5-2 ketika memasuki fase attacking overload.

Pola permainan Banteng Jatim FC U-17 terlihat mulai tampak memasuki 15 menit babak pertama. Saat build-up dari lini pertama, dua center back membuka ruang di sisi lapangan untuk memberi jalur progresi vertikal kepada double pivot. Salah satu fullback kerap melakukan underlap untuk menciptakan overload di central corridor, sementara pemain sayap menjaga lebar permainan guna membuka ruang di area antar lini.

Pola permainan satu-dua sentuhan menjadi ciri utama Banteng Jatim. Tempo sirkulasi bola dibuat cepat untuk memancing lawan keluar dari zona rapat pertahanan mereka. ”Anak-anak mulai terbiasa dengan permainan berbasis scanning dan awareness. Sebelum menerima bola mereka sudah membaca opsi passing berikutnya. Itu membuat progresi bola berjalan lebih cepat dibanding laga uji coba kami sebelumnya,” kata Anies.

Dari sisi transisi, Banteng Jatim mulai menerapkan prinsip gegenpressing setelah kehilangan bola. Pemain langsung melakukan counter-press untuk mencegah lawan melakukan progresi.

Salah satu yang juga menjadi bahan evaluasi Coach Anies adalah kemampuan menekan saat lawan menguasai bola. Intensitas pressing dilakukan dengan trigger tertentu, seperti saat lawan melakukan back pass, sentuhan pertama pada bola yang buruk, atau receiving body position yang tertutup. ”Kami ingin membuat pressing Banteng Jatim lebih terorganisasi, dan bukan sekadar mengejar bola,” ujarnya.

Pada fase menyerang, rotasi posisi antarpemain berlangsung sangat cair. Attacking midfielder beberapa kali turun menjadi deep-lying playmaker. Adapun winger sukses beberapa kali masuk ke half-space untuk menciptakan superioritas jumlah pemain di area tengah. Variasi ini membuat lawan kesulitan menjaga marking secara konsisten.

Baca Juga :  Frank & co. Hadirkan Luxurious Concept Store Terbaru di Galaxy Mall 3 Surabaya

Namun, Anies mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Termasuk soal fisik pemain yang akan terus ditingkatkan. ”Kami akan mengevaluasi beberapa hal. Selain fisik, kami juga ingin mengasah kepekaan pemain dalam mengambil keputusan. Decision making sangat penting dipahami di era sepak bola modern. Kami melihat ada kekurangan pada aspek itu,” ujarnya.

Manajer tim Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, menyebut perkembangan ini merupakan hasil proses latihan yang konsisten. Dengan perkembangan taktikal yang semakin matang dan identitas permainan yang mulai terbentuk, tim binaan DPD PDI Perjuangan itu optimistis mempertahankan tradisi prestasi prestasi di Soekarno Cup 2026. ”Kami yakin tim ini akan semakin matang mencapai puncak performa saat Soekarno Cup 2026 digelar,” ujar Daniel.

Sementara itu, Asisten Manajer Eri Irawan menilai chemistry dan adaptasi pemain terhadap berbagai skema permainan semakin berkembang. “Sekarang pemain sudah lebih fleksibel. Mereka mulai paham kapan harus bermain direct, kapan harus sabar dalam sirkulasi bola, maupun kapan melakukan overload pada area-area krusial,” katanya.

Untuk diketahui, Soekarno Cup telah digelar sebanyak tiga kali. Edisi perdana tahun 2023 di Jakarta dimenangkan Banteng Bali FC. Pada edisi kedua tahun 2025 di Bali, gelar juara berhasil diraih Banteng Jatim FC U-17. Sedangkan edisi ketiga tahun 2026 akan berlangsung di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik dengan diikuti 16 region/provinsi se-Indonesia. (SAG)

No More Posts Available.

No more pages to load.