Uskup Surabaya Sambut Bhikku Thudong di Katedral Hati Kudus Yesus

oleh -124 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya –   Rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 dalam rangka perayaan Waisak disambut hangat di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya. Penyambutan tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama sekaligus ajakan bersama menjaga perdamaian dan kemanusiaan.

Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo menegaskan perjalanan spiritual para bhikkhu menuju Candi Borobudur memiliki makna mendalam tentang kehidupan sebagai perjalanan menuju kedamaian dan pencerahan batin. “Perjalanan jauh yang ditempuh dengan berjalan kaki ini mengingatkan kita bahwa hidup adalah sebuah perjalanan,” terang  Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo saat menyambut rombongan bhikkhu di Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya.

Ia menjelaskan, Gereja Katolik juga tengah menghidupi semangat sinodalitas atau berjalan bersama seluruh umat manusia tanpa memandang perbedaan keyakinan demi mewujudkan dunia yang damai dan penuh belas kasih.

Menurutnya, perjalanan thudong bukan sekadar perpindahan fisik menuju Borobudur, melainkan ziarah spiritual yang membawa manusia dari kekacauan menuju kedamaian sejati. “Langkah-langkah kaki para bhikkhu bukan hanya perjalanan geografis, tetapi juga ziarah menyusuri mandala spiritual untuk memurnikan batin,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Agustinus juga memperkenalkan sejarah Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya yang dibangun pada 1921 dan menjadi gereja induk bagi 47 paroki di wilayah Keuskupan Surabaya. Ia turut menyinggung makna nama Universitas Katolik Widya Mandala yang berada di belakang kompleks katedral.

Menurutnya, kata widya berarti pengetahuan sejati, sedangkan mandala merupakan jalan menuju penerangan spiritual. Kedatangan rombongan bhikkhu dinilai selaras dengan semangat Jubileum.

Pengharapan yang tengah digaungkan Gereja Katolik dunia sejak masa Pope Francis dan dilanjutkan oleh Pope Leo XIV. Uskup Keuskupan Surabaya juga menitipkan doa agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang damai, adil, dan menjunjung tinggi persaudaraan antar manusia.(tok)