Pemerintah Coret Permanen Penerima Bansos yang Terbukti Main Judi Online

oleh -409 Dilihat

KILASJATIM.COM – Pemerintah menegaskan akan menindak tegas penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti menggunakan bantuan untuk bermain judi online (judol). Sanksi yang diberikan berupa pencoretan permanen dari daftar penerima manfaat bansos.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap penerima bansos agar bantuan digunakan sesuai peruntukannya.

“Sampai hari ini akan terus kita atasi ya. Langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol, langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan,” kata Muhaimin Iskandar kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Muhaimin menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial yang memiliki data lengkap penerima bansos. Menurutnya, langkah penindakan dilakukan berdasarkan data dan hasil pelacakan yang valid.

“Sudah ada datanya, tapi di Kemensos lengkapnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoret sekitar 11.000 penerima bansos pada triwulan pertama tahun 2026 karena terbukti bermain judi online.

Selain itu, sebanyak 75 keluarga penerima manfaat pada triwulan kedua juga dicoret setelah terindikasi menggunakan bantuan sosial untuk aktivitas judol.

Gus Ipul menyebut, sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 200.000 penerima bansos yang dicoret akibat terlibat judi online. Namun, angka tersebut kini mengalami penurunan cukup signifikan.

“Tetap kita ikuti perkembangannya agar bansos bisa dimanfaatkan dengan baik. Artinya sudah ada penurunan secara drastis ya, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah membantu pemerintah dalam memberikan informasi terkait penerima bansos yang terindikasi bermain judi online.

Menurutnya, data dari PPATK sangat membantu pemerintah untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan digunakan secara tepat.

Baca Juga :  Jelang Ibadah Natal, Polisi Sterilisasi Sejumlah Gereja di Surabaya

“Saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik. Sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar,” ujar Gus Ipul.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran bansos agar program perlindungan sosial tepat sasaran serta tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online. (VNU)

No More Posts Available.

No more pages to load.