Jatim Pimpin Perolehan Medali Nasional, Khofifah: Bukti Ekosistem Pendidikan Tumbuh Sehat

oleh -242 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan nasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026, Jawa Timur berhasil meraih 45.839 medali dari berbagai ajang kompetisi nasional.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan perolehan medali terbanyak secara nasional. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 45.338 medali atau terpaut 501 medali dari Jawa Timur. Sementara posisi ketiga diraih Jawa Barat dengan 32.160 medali.

Adapun posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dengan 22.454 medali dan Sumatera Utara sebanyak 22.091 medali.

Ribuan medali tersebut diraih pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus (Diksus). Prestasi itu berasal dari beragam bidang, seperti seni dan budaya, riset dan inovasi, hingga olahraga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di Jawa Timur yang terus berkembang secara positif.

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran seluruh elemen pendidikan yang terus menjaga budaya kompetitif dan kolaboratif di lingkungan sekolah.

“Terima kasih kepada seluruh guru, kepala sekolah, orang tua, dan para pelajar Jawa Timur yang terus menjaga semangat berprestasi. Capaian ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Jawa Timur tumbuh sehat, kolaboratif, dan mampu melahirkan generasi yang kompetitif serta berkarakter,” ujar Khofifah, Rabu (13/5).

Khofifah juga menyoroti peningkatan prestasi di bidang riset dan inovasi yang dinilai semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor pendukungnya ialah kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.

Baca Juga :  PDIP Resmi Pecat Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution dari Keanggotaan Partai

“Melalui KIR, anak-anak kita dilatih untuk bertukar ide, melahirkan inovasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan,” katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan budaya prestasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan rutin menggelar berbagai Ajang Talenta bagi siswa SMA, SMK, dan SLB setiap tahun. Program itu menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi pelajar potensial agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut keberhasilan Jawa Timur merupakan hasil pembinaan berjenjang yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Aries, pembinaan tidak hanya dilakukan di tingkat SMA dan SMK, tetapi juga sejak jenjang SD dan SMP sebagai fondasi awal pengembangan talenta siswa.

“Jawa Timur bisa menjadi juara umum karena dilakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang, termasuk melalui training center. Ini memberikan dampak signifikan terhadap capaian prestasi Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.

Pada 2025, Jawa Timur tercatat meraih empat gelar juara umum ajang nasional yang diselenggarakan Puspresnas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni O2SN, FLS3N, OPSI, dan LKS Dikmen. Sementara pada ajang OSN dan FIKSI, Jawa Timur menempati posisi kedua nasional.

Pemprov Jawa Timur berharap capaian tersebut semakin memperkuat posisi daerah itu sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing global. (Den/Friz)

No More Posts Available.

No more pages to load.