Hantavirus jadi Sorotan, Dosen FK Ubaya Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -341 Dilihat

KIKASJATIM.COM, Surabaya – Meningkatnya perhatian publik terhadap Hantavirus setelah ditemukan di kapal pesiar MV Hondius dan menyebabkan tiga kematian memunculkan kewaspadaan baru terhadap penyebaran virus dari tikus ke manusia.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), dr. Risma Ikawaty, menjelaskan sebagian besar varian Hantavirus masih terbatas menular dari hewan pengerat ke manusia. Menurut dr. Risma Ikawaty, Ph.D., varian Andes menjadi satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia karena bereplikasi di saluran pernapasan. Sementara varian lain seperti Seoul, Sin Nombre, dan Hantaan masih ditularkan melalui hewan pengerat.

“Faktor yang memengaruhi tingkat penyebarannya adalah spesies tikus pembawa virus atau reservoir. Misalnya di Indonesia, Hantavirus varian Seoul dibawa oleh tikus rumah spesies rattus rattus dan rattus norvegicus,” papar dr. Risma Ikawaty, Ph.D., Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya).

Ia menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI terdapat 15 spesies tikus di Indonesia yang telah terkonfirmasi sebagai reservoir Hantavirus. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan, terutama di lingkungan dengan populasi tikus tinggi.

Selain faktor spesies tikus, kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, urbanisasi, dan perubahan iklim juga memicu peningkatan populasi tikus dan memperbesar potensi penyebaran virus. “Intinya, semakin banyak tikus dan semakin seringnya kontak dengan manusia, berarti semakin besar peluang penyebaran virus,” katanya.

Dr. Ika menambahkan, pencegahan dapat dilakukan melalui pengendalian populasi tikus, menjaga sanitasi lingkungan, mengurangi kontak dengan hewan pengerat, serta meningkatkan kemampuan diagnosis di fasilitas kesehatan.

Ia juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, sesak napas, mual, atau gangguan ginjal setelah kontak dengan tikus atau lingkungan berisiko.

Baca Juga :  Ingat! Program Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Atasi Gizi Buruk dan Stunting

Sebagai informasi, Hantavirus menyebar melalui udara yang terkontaminasi kotoran, urin, atau air liur tikus yang mengering lalu terhirup manusia. Penularan dapat terjadi tanpa gigitan tikus, cukup melalui paparan lingkungan yang tercemar.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.