KILASJATIM.COM, Jombang – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga hewan ternak sapi di Jombang mulai mengalami kenaikan. Aktivitas transaksi di Pasar Hewan Ngoro juga semakin ramai dengan kedatangan pembeli dari berbagai daerah seperti Malang, Nganjuk, dan Kediri.
Meski demikian, kenaikan harga sapi masih relatif terbatas, yakni berkisar Rp1 juta per ekor dibandingkan hari biasa.
Para pedagang menilai kenaikan harga belum terlalu signifikan karena transaksi masih mengacu pada harga beli pengusaha jagal sapi. Untuk sapi berbobot sekitar satu kuintal, harga jual saat ini berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp16 juta per ekor.
Pedagang memperkirakan harga sapi akan terus meningkat mendekati Iduladha dan berpotensi menembus lebih dari Rp20 juta per ekor pada H-2 hari raya.
Salah seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Ngoro, Rifan mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, permintaan hewan kurban diprediksi terus meningkat menjelang Iduladha.
“Sekarang pembeli sudah mulai ramai dari luar daerah. Kenaikan harga memang belum terlalu tinggi, tetapi biasanya mendekati hari raya harga akan kembali naik,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Ia menyebut mayoritas pembeli tahun ini masih didominasi pelanggan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan musim kurban, dirinya telah menyiapkan sekitar 60 ekor sapi.
“Sebagian besar pembeli masih pelanggan lama. Untuk tahun ini kami menyiapkan sekitar 60 ekor sapi kurban,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mempercepat pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) guna menjaga kesehatan ternak menjelang meningkatnya distribusi hewan kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang, Azis Daryanto mengatakan vaksinasi dilakukan oleh 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke sejumlah kecamatan.
Menurut Azis, hingga akhir April 2026 vaksinasi tahap kedua telah mencapai lebih dari 12 ribu dosis. Pada Mei 2026, pihaknya menargetkan tambahan lebih dari 8 ribu dosis vaksin dapat segera diselesaikan.
“Pelaksanaan vaksinasi masih terus berjalan hingga menjelang Iduladha. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kekebalan ternak dan mencegah penyebaran PMK,” ujarnya.
Ia menambahkan percepatan vaksinasi dilakukan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas ternak menjelang Iduladha. Sebab, Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah pemasok hewan kurban di Jawa Timur sehingga pengawasan kesehatan ternak perlu diperketat.
“Pengawasan kesehatan hewan akan dilakukan mulai dari lokasi penjualan hingga proses penyembelihan. Kami ingin memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, hingga 30 April 2026 realisasi vaksinasi PMK telah mencapai 30.337 dosis atau sekitar 70,55 persen dari total vaksin yang diterima sepanjang tahun ini.
Sejak awal April 2026, juga tidak ditemukan kasus aktif maupun penambahan kasus baru PMK di wilayah Kabupaten Jombang.(nif)




